SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pembangunan patung manusia yang menggambarkan tradisi masyarakat Sidoarjo di sisi timur alun-alun Sidoarjo, mendapatkan kritikan dari para ulama Sidoarjo.
Kritikan yang menjurus pada penolakan patung-patung itu, disampaikan ketua DPRD Sidoarjo H.Sulamul H.Nurmawan (Gus Wawan).

“Memang benar, banyak ulama Sidoarjo yang menyampaikan protes terkait patung-patung ini ke saya. Tentu saja protes tersebut kita tampung dan kita sampaikan kepada dinas terkait,” tutur Gus Wawan , Selasa (16/12/2014).
Masih menurut Gus Wawan, sebelum semakin banyak masukan dan kritik dari para ulama itu, dirinya sudah pernah mengingatkan kepada kepala M.Bahrul Amiq selaku Kepala DKP Sidoarjo, agar mengkaji ulang pemasangan patung dengan tinggi lebih dari 5 meter itu.
“Sudah kita ingatkan, karena memang kultur warga Sidoarjo ini masih berbasis agamis. Kalau memang bisa kita minta pemasangan patung ini dikaji ulang” terang Gus wawan.
Sementara itu kepala dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) M.Bahrul Amiq saat dikonfirmasi terpisah menegaskan, pro kontra terkait pemasangan patung di kawasan alun-alun ini tidak perlu dibesar-besarkan.
Karena yang jelas, tidak ada niat secuilpun dari pihaknya, untuk menjadikan patung-patung tersebut sebagai objek berbau mistis maupaun tempat sesembahan.
“Kita melihat keberadaan patung ini mencerminkan kondisi masyarakat Sidoarjo sesungguhnya. Ada patung petani, nelayan, dan beberapa patung lain yang menggambarkan tradisi masyarakat Sidoarjo. Dan ini murni untuk menjadikan kawasan alun-alun semakin cantik,” tutur Amiq. (Abidin)














