info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Komisi D Berang, Pengungsi Puspa Agro Mulai Timbulkan Masalah | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Wednesday, 20 June 2018

Komisi D Berang, Pengungsi Puspa Agro Mulai Timbulkan Masalah

Published on January 11, 2018 by   ·   No Comments

TAMAN (kabarsidoarjo.com)- Komisi D DPRD Sidoarjo melakukan sidak kondisi para pengungsi yang saat ini masih berada di Rusun Puspa Agro Jemundo Taman.

Sebelum bertandang ke lokasi Rusun, rombongan komisi D yang dipimpin H.Usman , melakukan dengar pendapat dengan Pemerintah Desa Jemundo, Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Sidoarjo.

Di sini, terungkap jika keberadaan para pengungsi baik dari syah Sampang maupun pengungsi Imigran dari Afghanistan, mulai menimbulkan masalah sosial di masyarakat sekitar.

Salah satunya, dikuranginya penerima Raskin bagi warga kurang mampu di Jemundo.

“Jumlah pengungsi Syah Sampang di Puspa Agro sebanyak 532 jiwa, yang mendapatkan banyuan Jadup dari pemerintah propinsi maupun pemerintah daerah Kabupaten Sidoarjo. Banyaknya angka ini, menyebabkan penerimaan Raskin warga Jemundo yang semula 311 paket, terkurangi 61 paket untuk warga pengungsi,” jelas Wiyono SH Kabid pelayanan dan rehabilitasi sosial dinas Sosial Sidoarjo yang hadir di balai Desa Jemundo.

Untuk keberadaan pengungsi Migran dari luar negeri lanjut Usman, meskipun Jadup mereka dijamin oleh PBB, namun tingkah laku mereka ternyata juga membawa dampak negatif bagi warga sekitar.

“Bahkan ada migran yang berani masuk kos kosan warga hingga larut malam,” terang salah satu staff Desa Jemundo.

Mengetahui hal ini ketua komisi D H.Usman berharap, ada solusi yang tepat dari pemerintah Propinsi Jawa Timur, agar keberadaan para pengungsi ini tidak menimbulkan keresahan.

“Kita akan melakulan konsultasi ke Pemprop, untuk mencari solusi atas keberadaan para pengungsi, khususnya pengungsi Migran,” ulas Usman.

Sementara itu H.Machmud SE anggota komisi D dari FPAN, dengan tegas meminta agar ada batas waktu yang jelas bagi para pengungsi ini berada di Rusun Puspa Agro Jemundo.

Karena jika dibiarkan terlalu lama tanpa pengawasan yang ketat, akan ada masalah sosial yang terus terjadi pada warga sekitar.

“Ini sudah banyak kasus cerai gara gara pengungsi Migran di Jemundo ini. Dan ini persoalan sosial serius yang harus dicarikan solusinya,” tutup Machmud.

Pada sidak ini anggota komisi D yang hadir diantaranya H.Usman, KH.Maksum Zubeir, Hj Ummi Khaddah, Hj Eny Suryani, H.Machmud dan dr Wijono. (Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

RSD Sidoarjo Raih Indonesia Markets Festival

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pelayanan publik RSUD Kabupaten Sidoarjo, berhasil ...

Seribu Lebih Atlit Bulutangkis Ikuti Kejurkab Piala Bupati Sidoarjo

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) - Seribu lebih atlit bulutangkis dari ...

Hari Peduli Sampah Nasional, ZWA 4 Sosialisasi Metode Takakura

WONOAYU (kabarsidoarjo.com)- Zero Waste Academi (ZWA) kelompok 4 ...

18 Ketua Forwasi Kecamatan Dilantik

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia ...

KONI Kecamatan Terbentuk, PSSI Berharap Muncul Bibit Pesepak Bola Handal

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pasca pelantikan KONI tingkat kecamatan se ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis