info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Ditipu Pengacara Palsu Ratusan Juta | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Saturday, 24 February 2018

Ditipu Pengacara Palsu Ratusan Juta

Published on February 13, 2018 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) – H. Cipto (68) Warga Dusun Bangun, Desa Tambak Kalisogo,  Kecamatan Jabon, mengaku ditipu hingga Rp 398 juta, oleh Anas  Al-Ayubi, S.H., (48) warga desa Gempol Kisik, Kecamatan Gempol yang mengaku pengacara.

Korban penipuan

Kasus tersebut bermula ketika Cipto ingin membeli sebidang tanah tambak (Jumbleng) di Desa Kedungpeluk Kecamatan Candi, Sidoarjo.

Tanah tambak tersebut tercatat milik Hj. Ruqqoyyah yang dihibahkan ke Nurul Aissah.

Tanah seluas 11,070 Ha yang dibeli Cipto dengan harga Rp 700 juta secara tunai kepada Anas ini, ternyata menyimpan permasalahan.

“Surat Hibah dari Notaris yang diberikan Anas ternyata palsu. Stempel dan tanda tangannya ini semua palsu,” kata H Cipto kepada wartawan di pengadilan negeri Sidoarjo, Selasa, (13/2/2018).

Cipto menambahkan, dirinya juga merasa ditipu oleh Anas terkait proses kepemilikan tanah tersebut.

Jumlahnya Rp 120 juta untuk kepentingan sidang eksekusi di pengadilan negeri (PN) Sidoarjo.

Namun setelah dicek, tidak ada.

“Selain itu Anas meminta uang lagi  sebesar Rp 45 juta. Dengan alasan untuk kepentingan eksekusi objek tersebut, setelah saya cek eksekusinya abal-abal,” tambah Cipto.

Dirinya juga mengaku jika Anas meminta uang untuk melihat denah atau peta bidang tanah tambak dan mobil Avanza baru untuk mobilitas.

Total uang  yang dibawahnya Rp 398 juta. Kasus penipuan yang dilakukan Anas, ini akan dilaporkan ke pihak yang berwajib.

“Saya mempunyai data otentik terkait gelar Sarjana Hukum (SH) yang dibuatnya itu palsu alias abal-abal,” ujarnya.

Masih kata Cipto menjelaskan, Anas memang pernah menempuh pendidikan di Universitas Merdeka, Pasuruan.

Namun, dia tidak pernah dinyatakan lulus oleh pihak Univeraitas tersebut.

Setelah juga dicek semester enam sudah tidak melanjutkan.

Itu bukti jika gelar sarjana hukumnya tidak benar.

“Tidak hanya saya,masih banyak yang menjadi korban,  dalam waktu dekat, semua korban akan melaporkan kasus ini ke pihak Kepolisian,” jelasnya.(kb1)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Hari Peduli Sampah Nasional, ZWA 4 Sosialisasi Metode Takakura

WONOAYU (kabarsidoarjo.com)- Zero Waste Academi (ZWA) kelompok 4 ...

18 Ketua Forwasi Kecamatan Dilantik

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia ...

KONI Kecamatan Terbentuk, PSSI Berharap Muncul Bibit Pesepak Bola Handal

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pasca pelantikan KONI tingkat kecamatan se ...

Resmi Dilantik Jadi Ketua HIPMI Sidoarjo, Nur Mimfaita Siap Mencetak Pengusaha Muda Yang Handal

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Secara resmi pasca dipilih secara aklamasi ...

Peringati HAORNAS 2017, Bupati Serahkan Penghargaan Kepada Atlit

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2017, ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis