info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Paparan Bappeda Soal Perbandingan Skema KPBU, Belum Bisa Diterima Bulat Oleh Dewan | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Friday, 22 March 2019

Paparan Bappeda Soal Perbandingan Skema KPBU, Belum Bisa Diterima Bulat Oleh Dewan

Published on March 30, 2018 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pemkab Sidoarjo sudah memaparkan berbagai kelebihan sistem KPBU dalam rencana pembangunan rumah sakit Sidoarjo barat , di hadapan anggota dewan, Sabtu (30/3/2018).

Paparan Kepala Bappeda soal skema KPBU dan APBD

Dari paparan itu, kesan masih keukeh mempertahankan sistem KPBU, mencolok diperlihatkan eksekutif ketimbang memilih menggunakan biaya APBD atau skema kolaborasi APBD-APBN.

Meskipun demikian, H.Damroni Chudlori anggota Banggar DPRD Sidoarjo dari FPKB menyatakan, jika memang ingin cepat membangun rumah sakit di kawasan Sidoarjo barat dan langsung bisa dimanfaatkan, ya sistem KPBU itu yg terbaik.

“Pilihan terbaiknya ya KPBU ini. Karena tahun pertama sudah bisa dioperasikan,” jelas Damroni.

Masih menurut politisi asal Tulangan ini, kalau bupati juga tetap pada pendiriannya agar pembangunan rumah sakit itu menggunakan skema KPBU, hal itu juga masuk akal.

“Wajar kalo Pemkab ingin sistem KPBU ini. Karena bapak bupati ingin mewujudkan visi misinya terealisasi, pada saat beliau masih memimpin,” ungkap Damroni.

Sementara itu Bangun Winarso ketua Fraksi PAN memiliki pandangan yang berbeda.

Menurutnya, perhitungan secara matematis dan ekonomis, penggunaan skema KPBU ini bisa jadi akan merugikan dan membebani APBD Kabupaten Sidoarjo.

Pasalnya patokan Biaya keseluruhan yang dikeluarkan pengelola terlalu besar yakni Rp 1,3 triliun.

Angka itu merupakan biaya konstruksi atau capex sebesar Rp 400 miliar dan operasional atau opex Rp 900 miliar.

“Biaya tanggungan operasionalnya terlalu besar. Sehingga jika pendapatan operasional tiap tahunnya tidak mencapai target, maka tetap saja APBD yang harus nombok i,” terang Bangun.

Masih menurut Bangun Winarso, jika mengacu pada skema KPBU, maka pendapatan rumah sakit Sidoarjo barat ini pada tahun pertama dipatok sebesar Rp 112 miliar, dan terus bsrtambah tiap tahunnya.

Padahal jika dihitung kondisi real rumah sakit type c dengan jumlah tempat tidur 170 buah, dikali penerimaan Rp 492 juta pertempat tidur per tahun, maka hasilnya antara Rp 83 miliar hingga Rp 90 miliar.

“Hitungan real pendapatannya saja, sudah dibawah patokan skema KPBU murni.
Jika tidak bisa dipenuhi targetnya, kekurangannya diambilkan dari APBD,” ulas Bangun

Karenanya, Bangun menyebutkan Fraksi PAN sendiri, lebih condong ke skema pembiayaan dengan APBD tanpa ada beban hutang di belakang hari (Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis