info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Jual Cendrawasih Ilegal, Dibekuk Petugas | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Tuesday, 20 November 2018

Jual Cendrawasih Ilegal, Dibekuk Petugas

Published on July 2, 2018 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Unit Tindak Pidana Khusus Satreskrim Polresta Sidoarjo bekerjasama dengan Satuan Tim Gabungan Kementerian Lingkungan Hidup BKSDA Wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satwa yang dilindungi untuk dijual belikan.

Satwa tersebut yakni 1 ekor burung Cendrawasih Raja Jantan (Cicinnurus regius). 1 ekor burung Cendrawasih Raja Betina (Cicinnurus) dan 1 ekor burung Cendrawasih Kuning Kecil (Paradisaea minor).

Satwa jenis burung tersebut dibawa Hadi Suprapto (48) warga Kemlagi, Mojokerto.

Hadi Suprapto ditangkap saat sedang menunggu pembeli burung langka ini di kawasan Mall Ramayana Bungurasi, Waru, Sidoarjo.

Saat diamankan Hadi tidak bisa menunjukkan surat izin kepemilikan satwa yang dilindungi tersebut.

“Penangkapan yang H S, setelah pihak Kementerian Lingkungan Hidup menghubungi unit ll Pisdsus Polresta Sidoarjo, mereka menginformasikan akan adanya transaksi jual beli burung yang dilindungi di area Mall Ramayana Bungurasih Waru. Saat itulah petugas bergerak ke lokasi bersama petugas dari Kementerian lingkungan hidup dan kehutanan ke lokasi,” kata Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris saat gelar perkara di Mapolresta Sidoarjo, Senin (2/7/2018).

Lebih jauh Harris mengungkapkan, hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap tersangka menyebutkan, burung-burung ini berasal dari Papua yang dibawa melalui jalur laut.

Untuk mengelabui petugas pelabuhan ketiga burung tersebut dimasukkan dalam kardus minuman mineral.

“Dari Papua, sebanyak empat ekor burung cendrawasih dibawa oleh kurir ke pelabuhan tanjung perak Surabaya. Tiga ekor burung dijemput rekan tersangka di jalan raya Juanda yang kemudian diambil oleh tersangka H S. Di pasaran burung Cinderawasih ini dijual tersangka Rp. 10 juta per ekornya,” ungkap Harris.

Sementara itu petugas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Jawa Timur, Hadi Sutopo menjelaskan, jika untuk melakukan penangkaran terhadap satwa yang dilindungi negara harus ada izin penangkarannya.

“Pada keturunan kedua baru bisa diperjualbelikan itupun harus ada sertifikatnya,” jelasnya.

Sementara Kanit Pidsus Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Kennardi menegaskan jika atas perbuatan tersangka akan dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a UU No. 5 tahun 1990 tentang konservasi SDA Hayati dan ekosistemnya Jo PP No. 7 tahun 1999 tentang pengawetan.

“Acaman pidana tersangka H S 5 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 100 Juta,” kata Kennardi. (Red)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

RSD Sidoarjo Raih Indonesia Markets Festival

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pelayanan publik RSUD Kabupaten Sidoarjo, berhasil ...

Seribu Lebih Atlit Bulutangkis Ikuti Kejurkab Piala Bupati Sidoarjo

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) - Seribu lebih atlit bulutangkis dari ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis