info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Kasus Ijasah Palsu Belum Incrach, KPU Persilahkan Rifa’i Daftar Caleg | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Friday, 20 July 2018

Kasus Ijasah Palsu Belum Incrach, KPU Persilahkan Rifa’i Daftar Caleg

Published on July 11, 2018 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) – Meskipun kasus ijasah palsunya belum incrach karena menunggu putusan MA, namun ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo yang juga wakil ketua DPRD Sidoarjo (non aktif) M.Rifa’i memastikan diri untuk kembali maju pada Pilleg 2019 nanti.

M.Rifa’i

Pria yang suka motor gede ini, mengaku sudah konsultasi ke KPU.

“Dan hasilnya tidak masalah kalau saya maju lagi. Yang tidak boleh maju adalah mantan napi koruptor,” ujarnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sidoarjo Divisi Hukum Nanang Haromain menegaskan, niat majunya Rifa’i ini sah-sah saja dan memang boleh.

“Asalkan tidak seperti yang ditetapkan dalam PKPU nomor 20 tahun 2018 huruf H yakni mantan napi bandar narkoba, kejahatan seksual terhadap anak, dan korupsi, silahkan mendaftar,” jelasnya.

Namun sebelum mendaftar, khusus untuk mantan Napi harus memenuhi beberapa persyaratan terlebih dulu.

Yang pertama harus memiliki surat keterangan dari Lapas yang pernah dihuni.

Kedua mendapat surat keterangan dari Pengadilan Negeri.

Ketiga harus mempublikasikan di koran bahwa dirinya pernah menjadi Napi.

“Untuk Rifa’i , Karena beliau mengajukan kasasi dan belum inkrah, jadi dianggap haknya sama seperti warga biasa,” katanya.

Sesuai dengan pengumuman yang dikeluarkan KPU Sidoarjo nomor 1080/PP.02.1-Pu/3515/KPU-Kab/VII/2018 tentang pengajuan bakal calon DPRD Kabupaten Sidoarjo dalam pemilu 2019 huruh G,

syarat Bacaleg salah satunya tidak pernah sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap, Kecuali:

1) mantan terpidana yang telah selesai menjalani masa pemidanaannya, bukan sebagai
pelaku kejahatan yang berulang dan bersedia secara terbuka dan jujur mengemukakan
kepada publik, atau

2) terpidana karena kealpaan ringan atau karena alasan politik yang tidak menjalani pidana dalam penjara, dan bersedia secara terbuka dan jujur mengemukakan kepada publik.(Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

RSD Sidoarjo Raih Indonesia Markets Festival

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pelayanan publik RSUD Kabupaten Sidoarjo, berhasil ...

Seribu Lebih Atlit Bulutangkis Ikuti Kejurkab Piala Bupati Sidoarjo

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) - Seribu lebih atlit bulutangkis dari ...

Hari Peduli Sampah Nasional, ZWA 4 Sosialisasi Metode Takakura

WONOAYU (kabarsidoarjo.com)- Zero Waste Academi (ZWA) kelompok 4 ...

18 Ketua Forwasi Kecamatan Dilantik

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia ...

KONI Kecamatan Terbentuk, PSSI Berharap Muncul Bibit Pesepak Bola Handal

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pasca pelantikan KONI tingkat kecamatan se ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis