info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Penuntasan Frontage Road Harus Jadi Prioritas | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Wednesday, 15 August 2018

Penuntasan Frontage Road Harus Jadi Prioritas

Published on July 31, 2018 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Belum tuntasnya pembangunan frontage road yang sudah dimulai sejak tahun 2013 silam, membuat Ali Sucipto anggota DPRD Sidoarjo dari fraksi Golkar prihatin.

Karenanya Ali Sucipto berharap, pembangunan frontage road itu bisa menjadi prioritas utama yang bisa dituntaskan sesegera mungkin, sebelum ada rencana pembangunan gedung lain yang dinilai bukan prirotas.

Ali Sucipto

“Yang penting sekarang itu frontage road harus segera dituntaskan. Jangan program ini belum tuntas, muncul ide pembangunan proyek baru,” jelas Ali Sucipto.

Masih menurut Ali, yang dimaksud ide pembangunan proyek baru itu adalah, wacana menyulap gedung dewan sebagai Islamic Center.

“Gedung dewan ini masih sangat bagus, kenapa muncul keinginan merubahnya menjadi Islamic Center,” jelas Ali Sucipto.

Meskipun nantinya gedung dewan ini ditukar dengan gedung baru di lokasi gedung satu atap, Ali menyebutnya sebagai sesuatu yang tidak begitu penting.

“Sekarang yang penting itu frontage road tuntas, dan pembangunan RSUD Sidoarjo barat dengan APBD juga terwujud,” jelas Ali.

Ali menyatakan, tidak menyetujui rencana
Pemkab merubah gedung dewan menjadi Islamic Center itu, karena banyak bangunan kantor OPD yang baru dibangun tetapi pemanfaatannya tidak maksimal.

Misalnya Kantor Dinas Pengairan yang dibangun tiga tahun lalu, sekarang sudah tidak terpakai setelah Dinas Pengairan dilebur dengan Dinas PUPR di lokasi kantor lain.

”Contoh ini yang membuat saya sulit menerima konsep Pemkab untuk membangun gedung terpadu,” ujarnya.

Dari data yang ada, rencana pembangunan FR di sisi timur sepanjang 9,2 kilometer ini sudah sejak tahun 2013 silam.

Namun, sejauh ini masih proses pembebasan lahan yang terdiri dari 50 persen lahan milik perusahaan, 30 persen lahan warga di delapan desa, dan 20 persen lahan milik lain seperti BUMN dan sebagainya.

Lahan warga terdapat di delapan desa sudah ada satu desa yang terbebaskan, yakni di Sawotratap. Sementara 7 desa lainnya dilakukan pembebasan tahun ini.
Sementara untuk 31 perusahaan, sudah ada 11 perusahaan yang menghibahkan lahannya.(Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

RSD Sidoarjo Raih Indonesia Markets Festival

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pelayanan publik RSUD Kabupaten Sidoarjo, berhasil ...

Seribu Lebih Atlit Bulutangkis Ikuti Kejurkab Piala Bupati Sidoarjo

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) - Seribu lebih atlit bulutangkis dari ...

Hari Peduli Sampah Nasional, ZWA 4 Sosialisasi Metode Takakura

WONOAYU (kabarsidoarjo.com)- Zero Waste Academi (ZWA) kelompok 4 ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis