info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
RPH Ilegal Digrebek Polisi | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Tuesday, 11 December 2018

RPH Ilegal Digrebek Polisi

Published on December 6, 2018 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sebuah rumah di Dusun Klagen Rt 10, Rw 4 Desa  Tropodo Kecamatan Krian, digrebek Polisi dan Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, karena diduga menjadi tempat Rumah Penyembelihan Hewan (RPH) liar dan menyalahi prosedur penyembelihan.

Penggrebekan dilakukan pada Rabu malam (5/12/2018) sekitar pukul 22. 00 WIB, di rumah Jei (54).

Saat di lokasi sedang berlangsung penyembelihan hewan.

Rumah  yang di gunakan sebagai RPH liar tersebut beroperasi sejak tahun 2015.

Dan setiap harinya mampu memnyembelih 9 hibgga 10 ekor sapi.

Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris, mengatakan, penggerebekan rumah itu dilakukan di Dusun Klagen, Desa Tropodo, Kecamatan Krian.

“Ada satu rumah yang diduga digunakan sebagai lokasi pemotongan hewan tidak sesuai prosedur dimana sapi yang dipotong itu adalah jenis betina dan masih produktif,” kata Harris kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu (5/12/2018) malam.

Ia mengemukakan, tindakan tersebut dilakukan menyusul adanya laporan, kalau di rumah tersebut biasa digunakan sebagai tempat pemotongan sapi betina.

“Bahkan dalam temuan kami kali ini, ada satu sapi yang akan dipotong kondisinya sedang buntung,” tambah Harris.

Ia menjelaskan, selain betina, sapi-sapi yang dipotong itu juga belum cukup usia, artinya banyak sapi dengan usia sekitar dua sampai dengan tiga tahun yang dipotong.

“Kondisi inilah yang sebenarnya kami bersama dengan pangan tidak inginkan, karena nantinya bisa mengganggu populasi sapi karena untuk sapi betina banyak yang disembelih,” terangnya.

Kepada pemilik tempat pemotongan itu, kata dia, saat ini sedang dimintai keterangan termasuk juga menentukan langkah apa yang akan dilakukan atas temuan ini.

“Kami selalu satgas pangan masih mendalami pemilik rumah potong tersebut yakni Jei. Untuk statusnya sendiri masih belum ditentukan dan harus dilakukan pemeriksaan lanjutan,” jelas Harris.

Sementara itu di tempat yang sama, Nuning Sri Pujiastuti selaku Kasi Kesehatan Masyarakat dan Veteriner Dinas Pangan dan Pertanian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengatakan, menyembelih sapi betina dalam kondisi hamil merupakan tindakan yang salah.

“Kami sudah melakukan pengetatan pemotongan sapi betina di rumah pemotongan hewan yang resmi, tetapi jagal banyak yang menggunakan tempat ilegal,” ujar Nuning. (Kb2)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

RSD Sidoarjo Raih Indonesia Markets Festival

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pelayanan publik RSUD Kabupaten Sidoarjo, berhasil ...

Seribu Lebih Atlit Bulutangkis Ikuti Kejurkab Piala Bupati Sidoarjo

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) - Seribu lebih atlit bulutangkis dari ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis