info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Putusan Incrach Turun, Rifa’i Harus Di PAW ? | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Monday, 17 June 2019

Putusan Incrach Turun, Rifa’i Harus Di PAW ?

Published on December 26, 2018 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Meskipun salinan putusan belum diterima PN Sidoarjo, namun kabar turunnya putusan Mahkamah Agung terkait kasus penggunaan ijasah palsu oleh wakil ketua DPRD Sidoarjo (non aktif) H.M.Rifa’i secara tersirat dibenarkan oleh M.Rifa’i sendiri.

H.M.Rifa’i

Putusan incrach yang menguatkan putusan PN Sidoarjo itu, yakni menjalani masa hukuman satu tahun masa percobaan.

Dengan hasil putusan ini, posisi Rifai sebagai anggota DPRD Sidoarjo akan semakin sulit bahkan mengharuskan dirinya untuk segera melakoni PAW.

Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Sidoarjo Hadi Subiyanto menyatakan, Jika memang putusan Mahkamah Agung tetap menyatakan Rifa’i bersalah meskipun dengan masa hukuman 1 tahun percobaan, maka dirinya harus mundur sebagai anggota dewan.

“Aturannya sudah jelas, anggota dewan yang dinyatakan bersalah dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun dan sudah berkekuatan hukum tetap, harus diberhentikan,” jelas Hadi.

Apa yang dilontarkan Hadi Subiyanto ini, sesuai jika mengutip UU no 23 tahun 2014 Pasal 139 ayat (2) yakni alasan anggota diberhentikan salah satunya karena Tidak dapat melaksanakan tugas secara berkelanjutan atau berhalangan tetap sebagai anggota DPRD selama 3 (tiga) bulan berturut turut tanpa keterangan apapun.

Melanggar sumpah/janji jabatan dan kode etik DPRD, dan dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih.

Dan kasus yang menimpa ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo ini sendiri, dinilai melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen UUD Sisdiknas, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“Dengan hukuman 1 tahun masa percobaan yang diputus MA itu, tentu saja sama yang bersangkutan dinyatakan bersalah,” tutur Hadi.

Meski begitu, Hadi tidak buru-buru menyimpulkan Rifa’i harus segera di proses PAW, karena salinan putusan belum secara resmi diterima oleh dewan.

“Kita belum terima juga salinannya. Apa yang saya sampaikan diatas, jika mengacu dari aturan yang ada. Soal prosesnya PAW nya bagaimana, kita tunggu saja salinan putusannya,” ungkap Hadi lagi.

Yang jadi pertanyaan, apakah semudah iti Rifa’i di PAW ?. (Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis