info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Gaji Honorer Turun, Komisi A Tunjukkan Nyali ‘Sentil’ Eksekutif | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Saturday, 23 March 2019
adis

Gaji Honorer Turun, Komisi A Tunjukkan Nyali ‘Sentil’ Eksekutif

Published on March 8, 2019 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Turunnya gaji Honorer akibat penerapan Perbup No 102 tahun 2018, membuat banyak honorer yang mengeluh.

Mendengar dan mendapat keluhan ini, komisi A DPRD Sidoarjo cepat melakukan langkah dengan mengundang instanti terkait, untuk mencari akar persoalan dan solusi dari turunnya gaji Honorer ini, Kamis (8/3/2019).

Suasana hearing

H.Kusman anggota komisi A dari PKS cukup lantang menentang turunnya nilai para honorer yang sudah bekerja dengan giat.
Apalagi turunnya nilai gaji ini, hanya karena urusan penyetaraan ijasah sebagai dasarnya.

“Kita ini ndak usah ngomong soal yang diuntungkan dari penyesuaian gaji ini. Yang kita fikir itu yang gajinya turun. Kasihan mereka mereka para honorer,” ujar Kusman.

Hampir seluruh anggota komisi A senada dengan Kusman, Khoirul Hidayat dari PDIP, Silvester dari Golkar, Ainun Jariyah (PKB) dan Haris dari PAN, meminta eksekutif segera mencarikan solusi terbaik, agar nilai gaji para honorer yang diturunkan bisa kembali.

“Kalau bisa segera di kembalikan nilainya, karena ini urusannya dengan kesejahteraan para pegawai honorer,” ujar Hidayat.

Hearing dipimpin langsung H.Saiful Maali selaku sekretaris komisi A, didampingi H.Matali wakil ketua komisi A.

Sedangkan dari eksekutif yang hadir
diantaranya BKD Sidoarjo, Dinas pendapatan, Inspektorat, Heri Susanto asisten pemerintahan serta asisten tiga yang juga mantan Kepala BKD Sri Witarsih.

Dari data yang ada, peneraparan Perbup 102 memang cukup mengagetkan.

Perbup ini mengatur gaji honorer yang semula diterima Rp 1,926 juta, disesuaikan menjadi Rp 1,6 juta untuk lulusan SMP dan Rp 1,4 juta untuk lulusan SD.

“Kita hanya menyesuaikan strata pendidikannya, kan tidak mungkin sarjana jadi tukang sapu. Namun kita akan cari solusi nanti,” ungkap.Sri Witarsih setelah hearing. (Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis