info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Bos Tanah Kavling Palsu Dibekuk | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Saturday, 21 September 2019

Bos Tanah Kavling Palsu Dibekuk

Published on June 21, 2019 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tim Satuan Reskrim Polresta Sidoarjo, berhasil membekuk tersangka Heru Susanto warga JL G Kendeng Jombangan, Desa Tretek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Pria berusia 35 tahun ini menjadi bos penjualan tanah kavling dan pembangunan perumahan di Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo.

Namun, total keuntungan Rp 3 miliyar hasil penipuan dan penggelapan penjualan tanah kavling De Millenium dan The Millenium di Desa Seketi, yang berhasil diamankan polisi hanya tinggal uang tunai Rp 220 juta.

Selain mengamankan tersangka dan barang bukti uang tunai Rp 220 juta, polisi juga mengamankan barang bukti lainnya.

Diantaranya, bukti Surat Pemesanan Pembelian Tanah Kvling “De Millenium” PT Waringin Karya Samudera Desa Seketi, bukti Kwitansi pembayaran dari para pembeli (user) yang diterima dan ditandatangani tersangka.

Juga Akta Warmeking berupa Surat Perjanjian Jual Beli Tanah Kavling notaris, brosur Penjualan Tanah Kavling De Millenium, denah Lokasi (site plan) Tanah Kavling PT Waringin Karya Samudra, bendera Tanah Kavling De Millenium, dan pamflet roll.

Sedangkan alamat kantor PT yang digunakan tersangka ada di Perum Griya Bhayangkara A 17 Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo.

“Tersangka diproses karena adanya laporan para korban dari kosumen (user). Konsumen membayar Rp 50 juta sampai Rp 200 juta tapi bangunan rumah tak kunjung ada. Tersangka menjalankan aksinya sendiri,” terang Kasat Reskrim, Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris Jumat (21/06/2019).

Selain itu, lanjut Harris menceritakan kasus ini terungkap karena para korban sudah menjadi konsumen mulai Tahun 2015 hingga 2016 lalu.

Bahkan hingga Tahun 2018 pun masih banyak korban lainnya karena pembeli tak mengecek kondisi lahan kavling itu.

“Pembeli percaya karena ada brosur, banner, spanduk dan site plan yang dibuat tersangka sendiri. Apalagi pemasangan iklan di media sosial. Makanya korbannya ada 78 orang dengan sudah membayar Rp 50 juta sampai Rp 200 juta. Makanya omzet mencapai Rp 2 miliar sampai Rp 3 miliar,” ujar Harris.

Tersangka dijerat pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan.

“Ancaman hukumannya 4 tahun penjara. Karena modus penipuan ini sudah disiapkan tersangka selama 4 tahun terakhir,” tutup Kasat Reskrim.(kb1)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Cari Bibit Atlit Handal Lewat Porkab 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam menggali potensi bibit-bibit atlet yang ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis