info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Dan Dewan Pun Mulai Terbelah Karena Rencana Kebijakan Bupati Terpilih | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Friday, 14 May 2021

Dan Dewan Pun Mulai Terbelah Karena Rencana Kebijakan Bupati Terpilih

Published on Januari 12, 2021 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Wacana Bupati dan Wabup terpilih untuk menghentikan pembangunan gedung terpadu 8 lantai yang sudah disepakati sebelumnya, memunculkan pro kontra di gedung wakil rakyat.

Setelah H.Haris anggota dewan dari FPAN memberikan kritikan soal langkah penghentian itu, giliran Warih Andono ketua Fraksi Golkar bersuara tak kalah keras.

Malah Warih Andono menyebut, tidak ada celah bagi Muhdlor-Subandi untuk merubah kesepakatan itu saat ini.

“Bagaimana bisa kesepakatan APBD yang sudah digedok, dirubah seenaknya oleh bupati terpilih. Kalaupun lewat PAK, apa bisa dilakukan dalam waktu dekat ini,” terang Warih.

Karenanya salah satu pimpinan komisi A DPRD Sidoarjo ini meminta, agar pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih berfikir secara tenang dan tidak emosional.

Jika yang diharapkan adalah prioritas pembangunan RSD barat dan perbaikan jalan, maka keduanya sudah dianggarkan secara proposional di APBD 2021 ini.

“Kesepakatan yang sudah jadi Perda APBD dari program pemerintah sebelumnya semua bagus, karena sudah menjadi kesepakatan eksekutif dan legislatif. Kita minta, berfikirlah secara konperhensif jalannya pemerintahan ini. Jangan emosional, karena semua dalam rangka kepentingan warga Sidoarjo,” ungkap Warih.

Soal RSD Sidoarjo barat dan perbaikan jalan, Warih menyebutkan semua sudah ada anggarannya.

“Pesan saya, biarkan program kerja pemerintah sebelumnya tuntas sesuai mekanisme dan jangan diobok-obok. Pemerintahan terpilih monggo laksanakan visi misinya di APBD tahun 2022 nanti,” tegas Warih.

Sementara itu, komemtar beda disampaikan Aditya Nindyatman politisi PKS, yang malah memberikan apresiasi atas wacana menghentikan pembangunan gedung erpadu itu.

“Keinginan bupati terpilih Sidoarjo untuk menangguhkan pembangunan kantor Pemkab Sidoarjo 8 lantai dengan nilai anggaran sebesar 260 Milyar, kami sangat apresiasi yang sebesar besarnya,” ujar Aditya.

Aditya menyebutkan, keinginan Muhdlor-Subandi itu, sejalan dan menjadi pemikiran fraksi PKS DPRD kabupaten Sidoarjo saat pengambilan keputusan KUA PPAS 2021 lalu.

“Fraksi PKS mengingatkan kepada seluruh pihak agar lebih memprioritaskan 3 aspek anggaran yang menjadi kebutuhan mendesak saat negara masih dalam situasi pandemi ini.
3 aspek kebijakan Anggaran tersebut adalah Pembangunan infrastruktur Kesehatan baik promotif preventif sampai kuratif, Pemulihan ekonomi dan Jaring pengaman sosial,” tutur Aditya. (Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

DLHK Kabupaten Sidoarjo Buat Inovasi Bayar Retribusi Kebersihan Lebih Cepat dan Mudah dengan Sistem Digital Payment (Virtual Account)

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melaluiDinas Lingkungan Hidup ...

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis