info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
Krupuk Tahu Berbahan Baku Kimia Digrebek | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Sunday, 18 April 2021

Krupuk Tahu Berbahan Baku Kimia Digrebek

Published on Maret 1, 2021 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Merespon informasi dari masyarakat jika di Desa Pagerngumbuk, Wonoayu, Sidoarjo, terdapat pabrik krupuk tahu berbahan bleng (bahan kimia seperti boraks), Unit V Tipidek Satreskrim Polresta Sidoarjo bergerak melakukan penyelidikan.

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Wahyudin Latif menjelaskan, bahwa ungkap kasus krupuk tahu berbahan bleng ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 33 Tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan.

Barang bukti kerupuk bleng mengandung boraks siap edar Barang bukti kerupuk bleng mengandung boraks siap edar

“Di dalam Permenkes ini, dijelaskan bahwa untuk bahan tambahan pangan berupa bleng sejenis borak sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh. Bahan ini juga biasa digunakan sebagai bahan bangunan dan bahan las. Sementara bila digunakan pada makanan, untuk jangka panjang dapat mengakibatkan kanker dan gangguan pada rongga tubuh lainnya”. Jelas Kompol Muhammad Wahyudin Latif, Senin (1/3/2021).

Dari hasil pemeriksaan polisi kepada pasangan suami istri SN dan ST, telah membuat krupuk tahu ini sejak 2015, dan memasarkannya hingga ke Jakarta, Bali dan beberapa wilayah di Jawa Timur.

“Selanjutnya bersama Dinas Kesehatan akan terus kami kembangkan terkait kasus ini, termasuk apabila masih didapati ada yang beredar di pasaran”. Lanjutnya.
Baca juga : Gus Muhdlor Berharap Para Kyai Selalu Mencurahkan Doanya Kepada Dirinya

Analis Obat dan Makanan Dinas Kesehatan Provinsi Jatim, Rahmi, membenarkan bahwa penggunaan bahan tambahan bleng pada makanan sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia.

Karena dapat mengakibatkan penyakit kanker dan gangguan sakit lainnya.

Sebab itu, pihaknya terus menerus mengedukasi dan mensosialisasikan kepada para produsen makanan maupun minuman agar jangan menggunakan bahan tambahan makanan yang tidak sesuai peraturan Kementrian Kesehatan RI.

Terhadap kedua pasangan SN dan ST, polisi mengenakan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sebagaimana tertuang dalam Pasal 136 atau Pasal 142 Undang-undang RI tentang Pangan dan Pasal 62 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.(Abidin)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

DLHK Kabupaten Sidoarjo Buat Inovasi Bayar Retribusi Kebersihan Lebih Cepat dan Mudah dengan Sistem Digital Payment (Virtual Account)

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melaluiDinas Lingkungan Hidup ...

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis