info lowongan kerja info lowongan kerja info lowongan kerja
TPST Banjar Bendo Sukses Kelolah Sampai Jadi Briket | kabarsidoarjo.com
area dewasavideo bokepcerita panas cerita panasFilm pornofoto panas reverse osmosisfilter air minumpabrik air minum Hacker indonesiaorang gantengtrainer seo resep kulinerresep makananresep nusantara berita terupdateBerita unikberita lucus
Tuesday, 30 November 2021

TPST Banjar Bendo Sukses Kelolah Sampai Jadi Briket

Published on November 24, 2021 by   ·   No Comments

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, mendorong pengelola Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk bisa memanfaatkan potensi ekonomi dan lingkungan dari pengolahan sampah di TPST.

Bupati muda ini mencontohkan pengelola TPST Desa Banjarbendo Kecamatan Sidoarjo, yang berhasil memanfaatkan sampah rumah tangga yang mesuk ke TPST hingga diolah menjadi briket bahan alternatif untuk industri kecil.

Selain itu, sudah lebih dari satu tahun ini TPST Desa Banjarbendo sudah tidak lagi mengirim sampahnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon.

Semua sampah yang diambil dari 10.000 KK itu berhasil diolah habis menjadi Briket dan menjadi menjadi sumber pemasukan bagi 14 orang yang mengelolanya.

“Konsep pengelolaan TPST Banjarbendo ini adalah yang dari awal kita inginkan bersama, bagaimana sampah bisa berkurang, dan justru bisa memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar,” ujar Bupati Muhdlor.

Dalam sehari TPST Banjarbendo mengolah sampah sekitar 50 – 60 Ton dan bisa menghasilkan Briket 3 – 5 ton.

Sebelum diolah menjadi briket, terlebih dulu dilakukan pemilahan antara sampah oragnik dan non organik.

Setelah dipilah, sampah dikeringkan sebelum dimasukkan ke mesin pencetak briket.

Sugito, koordinator pengelolah TPST Desa Banjarbendo menuturkan proses pengolahan sampah dijadikan briket awalnya mencoba-coba.

Berbagai ekperimen sudah dijalani.
Alumni Jurusan Mesin Institut Teknologi Suepuluh Nopember (ITS) Surabaya itu mengaku untuk peralatan yang dipakai mengolah sampah jadi Briket itu merupakan hasil karyanya sendiri.

Ia mendesain sendiri peralatan dan mesin yang dipakai, mulai dari alat memilah sampah, mengeringkan hingga mesin untuk mencetak briket semua dirakit bersama timnya.

Menurut Sugito yang juga salah satu pegiat lingkungan di Kota Delta modal utama berkecimpung dalam pengelolaan sampah yang paling penting adalah memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Sementara bisnis atau atau ekonominya otomatis akan mengikuti.

“Berangkatnya kita peduli kepada lingkungan, peduli kepada kebersihan. Itu modal utama. Kemudian tidak berpikir orietasi bisnis, kalaupun ada pendapatan yang masuk itu hanya mengikuti saja. Seperti di TPST Desa Banjarbendo ini dikelola 14 orang, kita bisa memberikan penghasilan yang cukup,” tuturnya.(kb1)

Readers Comments (0)




Update Lumpur Lapindo

Prestasi Sidoarjo Terkini

DLHK Kabupaten Sidoarjo Buat Inovasi Bayar Retribusi Kebersihan Lebih Cepat dan Mudah dengan Sistem Digital Payment (Virtual Account)

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melaluiDinas Lingkungan Hidup ...

Songsong Pemilu 2019, KPU Sidoarjo Gencarkan Sosialisasi Pemanfaatan Formulir A5

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Tahapan sosialisasi menjelang Pemilu 17 April ...

Capaian Istimewa Direktur RSUD Sidoarjo, Raih PPT Pratama Teladan 2018

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Penghargaan diraih Direktur RSUD Sidoarjo, dr. ...

Validasi Data Pemilih Tetap, KPU Terus Sosialisasikan Posko GMHP

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Sejak tanggal 1 Oktober 2018 lalu, ...

Ribuan Warga Ikuti Senam Poco-Poco

SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Ribuan warga Sidoarjo ikuti senam poco-poco ...

Kabar Lingkungan Sidoarjo

Batik Jetis