TAMAN (kabarsidoarjo.com)- Banyaknya pungutan dari komite sekolah berkedok pembangunan, menjadi keluhan paling nyaring terdengar dari pelaksanaan Jaring Aspirasi masyarakat (Jasmas) yang digelar Bambang Riyoko SE, anggota komisi D DPRD Sidoarjo dari FPDIP.
Salah satunya yang dilontarkan Hanafi warga Kletek Taman, yang mengaku kerap ‘ditodong’ pihak komite sekolahan untuk rehab gedung sekolahan putranya.

“Komite sekolahan yang dibentuk pihak sekolah ini, tidak pernah berhenti untuk meminta sumbangan pembangunan gedung sekolah. Ada saja programnya yang kadang tidak masuk akal,” tutur nya.
Selain Hanafi, Sugeng warga Gilang Trosobo Kecamatan Taman juga mengeluhkan hal sama.
Cukup sering, pihak sekolahan melalui komite, membuat program-program yang memberatkan wali murid.
Padahal kondisi keuangan wali murid yang ada, tidak selamanya cukup.
“Programnya aneh-aneh. Mohon ini dijadikan perhatiannya,” turur Sugeng.
Menerima keluhan ini, Bambang Riyoko menegaskan siap membawa aspirasi warga ini ke dinas pendidikan Sidoarjo.
Apalagi saat ini, dirinya menjadi anggota komisi D yang menjadi mitar kerja dari Diknas Sidoarjo.
“Keluhan pungutan dari komite ini, memang kerap kali terdengar dari kebanyakan wali murid. Untuk itu kita akan suarakan aspirasi ini kepada dinas pendidikan,” tgeas Bambang.
Selain soal komite sekolah, tidak meratanya Bantuan Tunai Langsung yang diberikan pemerintah, juga menjadi keluhan peserta Jasmas.
Beberapa warga menyebutkan, ada orang-orang yang terlihat mampu, mendapatkan bantuan dari kompensasi kenaikan BBM tersebut.
Sedangkan untuk warga yang miskin, malah dilewati begitu saja.( (Abidin)














