
PORONG Bubble di Siring Barat Kecamata Porong tepatnya yang ada di belakang rumah keluarga okki Andrianto terbakar, sekitar pukul 17.05 WIB, Selasa (7/7). Kejadian ini membuat seisi rumah panik dan membuat Endang salah satu pembantu mengalami luka bakar.
“Sebelum terbakar,banyak warga yang melihat bubble di rumah kediaman Okki. Tahu-tahu api sudah terbakar dan ada teriakan minta tolong,” ujar salah satu warga.
dilokasi munculnya Bubble, meski sudah ada garis larangan melintas dan tanda berbahaya yang dipasang BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) tapi warga nekat melihat-lihat. Kondisi ini sebenarnya dikeluhkan keluarga Okki Andrianto.
“Saya sudah sering melarang tapi banyak saja yang melihat. Sebelum terjadi kebakaran ada anak muda seperti pengamen melihat-lihat dan ada yang merokok,” kata Ny Okki.
Ny Okki curiga kebakaran terjadi karena sulutan rokok dari segerombolan pemuda. Karena tak berselang lama, muncul api dan orang-orang yang melihat bubble langsung melarikan diri.
Ny Okki bersama keluarga langsung panik saat api membumbung tinggi lebih dari 3 meter. Api juga membakar tembok rumah meski api yang diduga dari gas metana yang terbakar tak sampai merambat ke seluruh isi rumah.
Akibat kebakaran ini, warga Siring Barat yang mengaku sudah tinggal dilokasi yang tak layak huni resah. Tak berlangsung lama petugas PMK Pemkab Sidoarjo turun kelokasi. Dan baru sekitar pukul 22.30 WIB kobaran api bisa dipadamkan.
Bupati Sidoarjo Win Hendrarso, Sunarso Kepala BPLS, Wakil Pengarah Pansus Lumpur Jaluddin Alham, wakil Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan jajaran Muspida nampak berada dilokasi. Gubernur Soekarno sekitar pukul 22.15 WIB juga hadir kelokasi.
“Diwilayah Siring Barat sudah tidak layak huni. Dan ini akan kita laporkan ke pemerintah pusat. saya sudah berkoordinasi dengan Gubernur maupun BPLS,” kata Win Hendrarso yang nampak berusaha menenangkan warga.
Sunarso, Ketua BPLS untuk sementara menyelamatkan jiwa warga terlebih dulu. Dan akan memberikan bansos (bantuan sosial) berupa jaminan hidup, uang pindahan dan uang kontrak kepada keluaga Okki Andrianto.
“Sekarang yang terpenting menyelamatkan jiwa dulu. Bansos akan segera diberikan,” kata Sunarso. (KB1)