SIDOARJO-Sosialisasi Perubahan APBD 2009 jRabu (29/7) siang di Hotel The Sun City.menjadi ajang debat terbuka. beberapa LSM dalam forum itu mendapat angin segar untuk memberi kritikan terhadap kinerja Dewan. Dua anggota dewan, Amri Noor dan M Kalim, yang menghadiri undangan sosialisasi kelabakan karena tidak menyangka kalau forum itu dimanfaatkan untuk
mengadili Dewan. “Melihat nada pertanyaannya seperti ada yang menyeting untuk mengerjai Dewan, ujar Amri. Begitu pula dengan Kalim yang merasa kecewa dengan forum semacam ini.
Menurut Amri, sosialisasi Perubahan APBD 2009 seharusnya digunakan sesuai dengan tujuannya untuk mensosialisasi seluruh program Pemkab yang berkaitan dengan anggaran PAK. Tetapi dalam rapat sosialisasi ini, terkesan ada ruang yang sangat luas kepada LSM untuk melontarkan pertanyaan. sepertu yang di lontarkan Koordinator LSM P3E (Pendampingan Partisipasi dan Pemberdayaan Ekonomi), Hariyadi. Menurutnya DPRD Sidoarjo sebenarnya tidak perlu dilibatkan dalam program sosialisasi PAK, karena yang dipikirkan mereka saat ini adalah bagaimana mendapat kenang-kenangan untuk masa akhir jabatan mereka yang tinggal 3 minggu. “Sudahlah diakhiri saja model tawar menawar dalam pengajuan PAK ini, fokuskan anggaran untuk kepentingan rakyat banyak, UKM, bencana alam dan pembangunan”terangnya. Koodinator GAS (Gerakan Arek Sidoarjo), Abdul Manan, juga bersuara lantang dengan menganggap Dewan main skrap anggaran yang seharusnya penting buat rakyat. Anggaran yang diajukan Pemkab Sidoarjo tidak mendapat dukungan Dewan. Hariyadi, Hartono dari LSM lain, merasa kecewa dengan minimnya anggaran untuk kebudayaan. Aplikasi anggaran untuk kebutuhan kebudayaan tidak tersedia dengan layak. Pemkab dan dewan harusmempunyai persepsi sama dalam melihat pentingnya kebudayaan.Anggota komisi B DPRD, Kalim, menyatakan boleh saja LSM mengkritisi Dewan tetapi dengan dukungan data falid, tidak hanya lempar bola saja tanpa tahu gawangnya. Dewan melakukan pencoretan anggaran Satker justru untuk menyelamatkan Pemkab, contohnya untuk kenaikan gaji PNS yang naik 15% itu butuh dana tambahan Rp 5 miliar per tahun. Kalau ini diabaikan, PNS itu hanya bisa menerima gaji sampai Oktober 2009 saja. Untuk bulan berikutnya tidak ada duit. Dewan punya hak budget yang digunakan untuk menyelamatkan APBD, bukan sebaliknya.(ABidin)
BMH Sidoarjo Bareng Polresta Sidoarjo Peringati Isra Mi’raj dan Beri Santunan Yatim Piatu Binaan BMH
SIDOARJO (KABARSIDOARJO.COM) Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitulmaal Hidayatullah (BMH) Unit Sidoarjo bersama Polresta Sidoarjo menggelar kegiatan menyambut Isra Mi’raj,...













