
PENDOPO– Puluhan petani tambahk dari Kelompok Petambak Jabon lor Kecamatan Jabon, Kamis (30/7) berunjuk rasa ke pendopo Kabupaten. Mereka mendesak Bupati Sidoarjo segera melakukan langkah penyelamatan puluhan hektar tambak yang saat ini tercemar air buangan Lumpur Lapindo. Menurut Kordinator aksi Suharsono, aksi Unjuk rasa yang dilakukan petani tambak ini, merupakan langkah terakhir yang sengaja ditempuh setelah sebelumnya tidak ada respon dari Dinas perikanan kabupaten serta dari pihak BPLS sendiri.”Kami sudah tidak tahan dengan kondisi tambak kami yang rusak.Ikan banding mati, Udang mati, bahkan air nya pun sudah tidak bisa dipakai,” terangnya. Untuk itu, dirinya bersama para petani tambak berharap pembuangan air lumpur Lapindo jangan lagi di alirkan melalui sungai ketapang. Karena selain mengahncurkan ikan yang ada. Banyak anak naka petani tambak yang tidak mampu bersekolah akibat perekonomian mereka terganggu.”Hasil Bandeng tidak bisa kami panen, dan ini berimbas pada perekonomian kami sebagai petani tambak,” tukasnya. Aksi yang dilakukan di depan gerbang pendopo ini sempat di warnai aksi dorong antara pengunjuk rasa dengan petugas keamanan. Beruntung sebelum aksi semakin memanas. Bupati Sidoarjo Drs Win Hendrarso keluar menemui massa.”Saudara saudara tenang, seluruh asporasi akan saya tampung.mari kita bicarakan persoalan ini dengan duduk bersama,” terangnya. Bupati juga berjanji akan mengundang perwakilan petani tambak pada Jum’at besok ke pendopo bersama instansi terkait untuk penyelesaian yang adil.(Abidin)













