
TAMAN Operasi Yustisi gabungan terus dilakukan antara petugas Satpol PP dengan Polres Sidoarjo, Polsek dan pihak Koramil. Setelah melakukan operasi yustisi di Waru dan Sedati, kali ini operasi dilakukan di wilayah kecamatan Taman. Operasi itu tetap ditujukan untuk menciptakan situasi yang kondusif di lingkungan sekitar temasuk mengantisipasi pendatang yang dianggap identitasnya meragukan.
Sasaran operasi kali ini dilakukan di rumah kos-kosasn yang banyak tersebar di wilayah Taman. Kegiatan ini dilakukan mulau pukul 09.00 WIB.
Kegiatan operasi sempat berjalan tegang lantaran ada salah satu penduduk enggan dilakukan pemeriksaan. Mereka baru mau mau diperiksa identitasnya setelah petugas gabungan memberikan penjelasan.
“Ini untuk penertiban identitas apakah KTP masih berlaku atau tidak. jika dari luar daerah Sidoarjo apakah sudah punya kartu penduduk musiman atau belum,” kata salah satu petugas.
petugas juga memberikan pencerahan jika giat operasi yustisi ini masih berhubungan dengan agenda razia terhadap pelaku pengeboman di Kuningan Jakarta.
“Ya kita kaget mas diperiksa banyak petugas. Untungnya saya bawa KTP,” kata Sri Kasanah asal Bojonegoro yang indekos di Taman.
Dalam razia itu, petugas berhasil menjaring 10 orang yang tidak memiliki KTP serta satu pasangan kumpul kebo. Sedangkan pasangan kumpul kebo akhirnya dibawa ke kantor Kepala Desa untuk mencari solusinya.
“Mau cari teroris kok malah menemukan pasangan kumpul kebo,” kelar petugas.
Operasi yustisi gabungan akan menjadi agenda rutin Satpol PP dan petugas kepolisian. mengingat operasi yang didukung oleh Dispenduk Capil ini terbukti mampu mengeliminir warga yang tak punya kartu identitas secara jelas.
“Operasi yustisi adalah operasi rutin untuk menciptakan ketertiban umum,” kata Widyantoro Basuki, Kasie Operasional dan pengawasan Satpol PP Sidoarjo. (MG1/Abidin)














