SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Balai besar konservasi sumber daya alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur menyerahkan dua ekor orang utan kepada lembaga orang utan Fondation Internasional.
Orang utan tersebut merupakan penyerahan secara sukarela dari orang asal Madura.

Dua orang utan tersebut masing- masing berasal dari Kurniadai Wijaya, asal Sumenep yang menyerahkan orang utan berjenis kelamin jantan berusia 12 tahun.
Dan orang utan berjenis kelamin jantan berusia lima tahun dari Abdul Karim asal Bangkalan.
Pihak BBKSDA sebelumnya sudah melakukan pendekatan secara preventif kepada kedua orang pemilik orang utan tersebut.
Pemilik tersebut diberikan penyuluhan tentang konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya.
“Para pemilik orang utan tersebut mendapatkanya hadiah dari orang di Kalimantan Tengah, ” ujar Ludvie Achmad, kepala BBKSDA JawaTimur, Selasa (18/01/2011).
Terdapat dua spesies orang utan saat ini, yaitu orang utan kalimantan (Pongo Pygmaeus) dan orang utan Sumatera (Pongo Abelii).
Adapun berat tubuh orang utan dewasa bisa mencapai 50 kilogram.
“Orang utan merupakan kera besar asia, sepuluh ribu tahun yang lalu ditemukan diseluruh Asia Tenggara sampai ke Daratan Cina.
Namun untuk saat ini hanya ditemukan di Sumatera dan kalimantan.
Guna melestarikan keberadaan orang utan yang diambang kepunahan tersebut, Pihak BBKSDA Jawa Timur menyerahkan dua orang utan tersebut ke Pihak orang utan Fondation Internasional (OFI) untuk dilakukan rehabilitasi di Care Center OFI yang berada di Pangkalan Bun Kalimantan tengah.
“Apabila orang utan tersebut sudah bisa beradaptasi di alam bebas, pihak OFI akan melepaskan orang utan tersebut di hutan sesuai dengan habitatnya, ” pungkas Ludvie. (Arip)













