SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)-Perjuangan komisi D DPRD Sidoarjo untuk menambah bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) dari anggaran APBD sejak tahun 2012 lalu, akhirnya berhasil masuk pada KUA PPAS APBD tahun 2014.

‘Alhamdulillah, usulan komisi untuk penambahan dana Bosda diapresiasi seluruh fraksi di DPRD Sidoarjo, dan disetujui masuk pada APBD tahun 2014 nanti,” terang Hadi Subiyanto anggota komisi D DPRD Sidoarjo, Senin (29/7/2013).
Dengan penambahan dana BOSDA ini lanjut Hadi, otomatis kesenjangan nilai Bosda antara siswa negeri dan swasta akan sama nilainya sebesar Rp 32.500.
“Tidak ada lagi kesenjangan bantuan operasional sekolah ini, karena memang seluruh anak sekolah merupakan tanggung jawab negara,” tegas Hadi.
Dari data yang ada untuk besaran nilai Bosda yang diterima siswa SMP negeri, nilainya sebesar Rp 32.500 per siswa.
Sedangkan Bosda yang diterima siswa SMP Swasta hanya Rp 15.000 per siswa.
Dengan nilai yang njomplang itu, menjadikan mayoritas guru SMP swasta merasa dianak tirikan.
“Banyak guru SMP swasta yang mengeluh soal jomplangnya dana Bosda ini. Dan keluhan ini kita tampung untuk diperjuangkan pada pembahasan anggaran 2014,” terang politisi asal Partai Golkar ini.
Jika rencana penambahan bantuan ini benar-benar dllakukan, nilai anggaran yang dibutuhkan mencapai nilai Rp 12 miliar pada APBD 2014 nanti.(Abidin)