JUANDA (kabarsidoarjo.com)- Selama tahun 2014, Kanwil 1 Jawa Timur Bea dan Cukai berhasil melampaui target penerimaan dan hasil penindakan, di bidang kepabeanan dan cukai sebanyak 100,71 persen atau senilai 40.237.451,47.
Yang di mana target tersebut senilai 39.951.937,78.
Di bidang kepabeanan, Kanwil Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) jatim 1 melakukan 417 penegahan di bidang impor.

67 pencegahan di bidang ekspor, dan 78 penegahan di bidang cukai yang mempunyai potensi kerugian senilai 37 Trilyun rupiah.
“Selain mengamankan potensi kerugian negara, penengadahan ini juga menjadi penyelamatan atas generasi penerus bangsa, ” kata Agus Yulianto Kepala Kantor Wilayah DJBC Jatim 1. Saat menggelar Press Rilis. Senin (12/01/2015) sore.
Adapun keberhasilan penindakan yang dilakukan DJBC Jatim 1 itu, lanjut Agus, berkat adanya kerja sama dengan Pihak Kepolisian, BNN, Tim pengamanan Bandara, otoritas pelabuhan dan beberapa stake Holder lainnya.
Selain menggagalkan upaya penyelundupan berupa barang elektronik, rokok tanpa cukai, replika senjata api dan beberapa barang tanpa ijin.
Selama Tahun 2014 lalu, DJBC Jatim 1 juga menggalkan beberapa pengiriman ratusan gram narkotika, dari negara luar ke Indonesia yang masuk melalui Bandara Juanda.
“Terakhir kita amankan 305 gram sabu-sabu, dari tangan tersangka bernama Rudi asal Madura. Tersangka Rudi ini membawa sabu-sabu dari Kuala Lumpur dengan pesawat Air Asia QZ 323 ” ujar Agus.
Untuk diawal tahun 2015, tepatnya tanggal 11 Januari 2015 kemarin, DJBC pun sudah berhasil mengamankan 17 kontainer dari kendari yang berisi pakaian bekas import dari Malaysia, yang kini sedang dalam pengembangan bersama dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jatim.
“Jadi modusnya itu, barang dari Malaysia dikirim ke Timor Leste lalu didistribusikan ke Indonesia. Sementara ini kami masih mendalami dan mengembankan kasus tersebut, ” tutup Agus.
Dalam Press Rilis Itu, Kanwil Bea dan Cukai Jawa Timur 1 juga memamerkan beberapa barang sitaannya, berupa minuman keras, rokok tanpa cukai, gulungan pita cukai palsu, Sex Toys dan replika senjata api atau yang dikenal dengan Air Soft Gun. (Dwipa)















