SIDOARJO (kabarsidoarjo.com) – Dalam dialog yang digelar Sidoarjo forum dengan tema mencari sosok bupati ideal pada Rabu (13/5/2015) sore, berubah menjadi perdebatan agak panas, ketika H.Abdi Manaf ketua PCNU Kabupaten Sidoarjo memberikan lontaran keras tentang stigma yang cukup melekat di masyarakat bahwa NU adalah PKB.

Abdi Manaf menegaskan, secara organisasi, NU adalah ormas yang sangat beda dengan PKB sebagai partai politik.
Untuk itu, jika masih ada yang menyebut NU adalah PKB itu perlu diluruskan.
“NU adalah NU dan PKB adalah PKB. Jadi perlu diluruskan bahwa NU bukanlah PKB,” jelas Abdi Manaf.
Masih menurut Abdi Manaf, dengan Stigma bahwa NU adalah PKB, hal itu sudah melanggar garis khittah NU yakni sebagai organisasi masyarakat yang berwadah keagamaan.
“Jangan bawa-bawa NU ke dalam ranah politik. Karena itu bisa merugikan NU sendiri,” jelas Abdi Manaf.
Untuk itu saat ini, NU secara organisasi masih tegas, belum memberikan dukungan kepada siapapun calon bupati, yang akan maju dalam Pilkada Sidoarjo Desember 2015 nanti.
“Kita akan melihat aspirasi dari warga Nahdliyin, tentang siapa calon bupati yang akan didukung nanti,” jelas Abdi Manaf.
Diprotes
Sementara itu, lontaran NU yang bukan PKB dan PKB bukan NU yang disampaikan H.Abdi Manaf pada dialog publik ini, memancing reaksi protes dari Mahmud Welly Al Yunus ketua masyarakat anti korupsi Sidoarjo.
Sebagai pendukung PKB, Yunus menyayangkan statemen ketua NU Sidoarjo tentang NU bukan PKB pada diskusi publik tersebut.
Bahkan Yunus mengungkapkan, jika memang NU bukan PKB, mestinya tidak perlu menerima dana hibah dari pemerintah Kabupaten Sidoarjo saat ini.
“Saya sebagai pendukung PKB dan Abah Saiful, tersinggung dengan lontaran ketua NU ini. Tidak seharusnya lontaran itu disampaikan di area publik saat ini,” jelas Yunus.
Beruntung perdebatan ini tidak menjadi debat kusir, setelah ketua NU Sidoarjo H.Abdi Manaf memberikan klarifikasinya. (Abidin)