SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)-Puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Taman Pinang Indah (TPI) , melakukan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD Sidoarjo, Senin (1/6/2015).
Aksi ini berbarengan langkah perwakilan warga TPI, mendatangi gedung DPRD Sidoarjo untuk melakukan hearing.
Masing-masing pihak ingin menyampaikan uneg-unegnya agar direspon oleh wakil rakyat.
Ketua Paguyuban PKL TPI Eka Wulandari mengatakan, pihaknya akan melakukan aksi unjuk rasa terus menerus untuk memperjuangkan nasib PKL.
PKL di TPI tidak menggangu aktivitas pengguna jalan.
PKL hanya mencari sesuap nasi untuk bekerja tanpa harus merugikan orang lain.
“Kami juga ingin aspirasi didengar oleh anggota DPRD,” teriaknya dalam orasi.
Dia berharap, Pemkab Sidoarjo dalam hal ini Satpol PP bisa diajak bekerjasama dan tidak bertindak arogan.
Satpol PP hendaknya juga tidak semena-mena terhadap PKL dengan memblokir jalan.
“Kami juga tidak semena-mena berjualan seenaknya,” keluhnya.
Sementara itu, warga TPI yang mengatasnamakan Forum Komunikasi warga TPI bersikukuh menolak keberadaan PKL.
Salah satu warga Franky Efendi yang menolak keberadaan PKL di TPI.
“Tidak ada ijin di lingkungan karena itu kami menolak secara tegas PKL di kawasan perumahan,” terangnya.
Camat Sidoarjo Pujoseno yang juga ikut hearing dengan warga menyebut jika keberadaan PKL di TPI telah dibahas dan sudah masuk di meja bupati.
Dalam keputusan tersebut disebutkan jika menolak keberadaan PKL di TPI.
”Kita tidak hanya melarang keberadaan PKL saja. Kita berikan solusi untuk dilakukan relokasi ke halaman GOR,” terang mantan camat Candi ini. (Abidin)












