WONOAYU (kabarsidoarjo.com)- Pelaksanaan reses H.Matali di Dusun Bangeran Desa Mulyodadi Wonoayu yang dihadiri sekitar 165 warga, lebih banyak menyoroti rusaknya plengsengan saluran air, yang menuju ke sawah petani.
Akibatnya, air sungai yang mengalir di saluran ini, sering meluber ke jalan, dan menggangu kebutuhan air untuk persewahaan.

“Warga yang rata rata petani ini, mengeluhkan kerusakan saluran air yang ada. Kepala desa sudah mengirimkan proposal perbaikan plengsengan, dan menunggu perbaikan,” jelas Abah Matali.
Masih menurut anggota Fraksi Partai Gerindra ini, selain saluran air, usulan kedua dari warga adalah persoalan tumpukan sampah di Mulyodadi, tepatnya di utara jembatan avur Wonoayu yang meresahkan warga.
“Sampai sekarang belum ada tindakan pengangkutan sampah. Kita harap DKP segera melakukan pengangkutan sampah ini karena baunya sangat menyengat dan mengganggu,” ulas Matali.
Bahkan saat safari jum’at di desa Lambangan, H.Matali berhenti di jembatan bersama Camat Wonoayu, dan sempat mengambil gambar tumpukan sampah ini.
Namun hingga saat ini, belum.ada langkah kongkrit. (Abidin)













