SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dua warga Sidoarjo terdeteksi menjadi pengikut Dimas Kanjeng, Pemkab Sidoarjo mengaku pihaknya sedang bersiap-siap terkait kemungkinan munculnya gejolak sosial di masyarakat.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Sidoarjo, Yusuf Isnayanto mengatakan bahwa kemungkinan adanya gejolak di masyarakat, khususnya para tetangga warga yang menjadi pengikut Dimas Kanjeng, perlu diantisipasi.

Meski demikian, hingga saat ini kemungkinan munculnya gejolak tersebut dipastikan Yusuf masih belum terlihat.
“Saya kira sampai sekarang tidak ada masalah. Karena pengikut Dimas Kanjeng bukan merupakan aliran sesat atau seperti Gafatar yang diduga mau mendirikan negara baru,” ujarnya.
Yusuf menambahkan, bahwa pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat di Probolinggo, lokasi padepokan Dimas Kanjeng.
“Kita masih saling koordinasi dengan pemerintah dan aparat yang ada di sana,” imbuhnya.
Selain upaya tersebut, diharapkan kerabat dari para pengikut Dimas Kanjeng, untuk terus membujuk keluarganya agar segera pulang dan tidak lagi menunggu janji-janji Dimas Kanjeng yang mengaku bisa menggandakan uang mereka.
“Kami tidak bisa masuk ke sana. Harapannya, ya keluarganya bisa membujuk mereka (pengikut Dimas Kanjeng,red) untuk segera pulang,” pungkasnya.
Dari ribuan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Probolinggo, ternyata ada 2 pengikut yang berasal dari Kabupaten Sidoarjo.
Mereka adalah warga Desa Kemiri Kecamatan Sidoarjo dan warga Desa Klantingsari Kecamatan Tarik. Keduanya juga diketahui masih bertahan di padepokan bersama ratusan pengikut yang lain, untuk menunggu janji Dimas Kanjeng.(Abidin)













