SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Untuk menangani sampah di Kabupaten Sidoarjo, selain menggencarkan sosialisasi kebersihan, juga dibutuhkan biaya cukup besar.
Untuk menyempurnakan 8 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) saja, dibutuhkan biaya Rp 1.5 Miliar.

Sedangkan untuk membangun TPST baru menyebar di beberapa kawasan, dibutuhkan biaya puluhan milyar.
“Masalah sampah itu kompleks, sehingga perlu ada kesadaran dari semua pihak. Selain itu juga dibutuhkan anggaran besar untuk menuntaskan persoalan sampah,” jelas Bahrul Amiq kepala Dinas Kebersihan Sidoarjo.
Amiq menambahkan,solusi yang mungkin bisa dilakukan untuk pengolahan sampah itu, adalah pemanfaatan dana desa untuk pembangunan TPST desa.
“Karenanya perlu ada RPJMDes yang mewadai TPST ini. Dan sudah banyak desa yang merespon untuk membuat TPST itu,” ujar Amiq.
Sementara itu selain menggaungkan pembuatan TPST tingkat desa ini, DKP juga masih menerapkan sangsi Tipiring bagi pembuang sampah sembarang khususnya di sungai.
Hal ini menurut Bahrul Amiq, sebagai edukasi sekaligus shock terapy bagi warga yang bandel.
“Tetap kita terapkan, dan beberapa warga sudah terkena sangsi itu,” ujarnya. (Abidin)















