SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Memasuki akhir tahun 2016, Sedikitnya 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) akan memasuki masa pensiun atau MPP.
Hal ini, tentu saja menambah beban kebutuhan ASN khususnya tenaga guru dan kesehatan di Kabupaten Sidoarjo.

“400 ASN yang pensiun pada akhir 2016 ini mulai eselon III hingga ke staff,” terang Dra Sri Witarsih kepala Badan Kepegawaian Daerah saat ditemui selepas peringatan hari ibu, Jum’at (23/12/2016).
Masih menurut Sri Witarsih, dengan banyaknya ASN yang pensiun ini, masalah kekurangan tenaga pendidik dan kesehatan akan semakin besar.
Apalagi, moratorium penerimaan CPNS yang diberlakukan pusat belum dicabut hingga saat ini.
“Kenyataannya memang banyaknya ASN yang pensiun, semakin membebani kebutuhan tenaga dokter dan guru di Sidoarjo. Sedangkan rencana menjadikan honorer menjadi asn masih menunggu pusat,” jelas Witarsih.
Dari data yang ada, jumlah total ASN di Sidoarjo mencapai 14.300 lebih.
Dari jumlah ini Diknas masih membutuhkan sekitar 700 guru SD untuk mengisi kekosongan di SD yang tersebar di 18 kecamatan di Sidoarjo.
Selain kurang, kebutuhan untuk menambal guru yang pensiun masih belum bisa dilakukan karena proses perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) belum rutin dilalaikan.
Dampaknya, banyak guru yang merangkap karena belum adanya guru yang memadai. Satu guru bahkan harus rela mengajar lebih dari satu mata pelajaran.
“Energi guru yang terkuras tersebut dikhawatirkan akan membuat guru menjadi tidak fokus dalam mengajar,” keluh Mustain. (Abidin)















