JABON (kabarsidoarjo.com)- Puluhan petani lombok di Desa Permisan Kecamatan Jabon resah.
Pasalnya, lahan lombok milik Balai besar di sepanjang aliran sungai Porong yang mereka tanami lombok, diserang hama.

Akibatnya, lombok tidak bisa menjadi tua dan layu sebelum dipanen.
“Serangan hama merusak kebun lombok kita, kita susah panen maksimal,” jelas Ida Samsu petani lombok setempat, Kamis (12/1/2017).
Dari pantauan di lapangan, ratusan meter kebun lombok ini memang hasilnya tidak maksimal.
Lombok yang ditanam, sebagian besar busuk.
Kalaupun sudah tua, lombok akan jatuh sebelum dipanen.
“Kita ingin ada batuan obat dari dinas terkait. Kita sudah sampaikan ke dinas terkait,” jelasnya.
Sementara itu M.Rojiq anggota komisi B DPRD Sidoarjo yang juga warga Permisan, mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Dinas Pertanian.
Rojiq berharap, sebelum harga lombok semakin melambung akibat gagal panen, sudah ada tindakan.
“Kita terus melakukan komunikasi dengan dinas terkait,” terangnya. (Abidin)













