SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengelola resiko penyakit – penyakit kronis sejak dini, BPJS Kesehatan meluncurkan layanan mobile Screening.
Sosialisasi peluncuran fitur mobile screening dilaksanakan di kantor dinas kesehatan kabupaten Sidoarjo, dengan mengundang pihak swasta dalah hal ini perwakilan dari perusahaan dan Dinas Kominfo Kabupaten Sidoarjo, Rabu (1/2/2017).
“Skrining riwayat kesehatann merupakan penambahan fitur di aplikasi BPJS Kesehatan Mobile. Jika sebelumnya peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN – KIS) hanya dapat melakukan skrining riwayat kesehatan secara manual, dengan adanya fitur mobile screening maka sekarang mereka bisa melihat potensi resiko kesehatannya pada aplikasi BPJS Kesehatan mobile yang bisa diakses melalui handphone”, ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo dr. Dwi Hesti Yuniarti.
Sepanjang tahun 2016, BPJS Kesehatan telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di seluruh Indonesia.
Hasilnya untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 702.944 peserta berisiko rendah, 36.225 peserta berisiko sedang, dan 651 peserta berisiko tinggi.
Sementara untuk kategori penyakit hipertensi, 632.760 peserta berisiko rendah, 104.967 peserta berisiko sedang, dan 2.093 peserta berisiko tinggi.
Di kategori ginjal kronik, sebanyak 715.682 peserta di diagnosa memiliki resiko rendah, 23.307 peserta berisiko sedang, dan 831 peserta berisiko tinggi.
Dan kategori jantung koroner, sebanyak 680.172 peserta berisiko rendah, 57.692 peserta berisiko sedang, dan 1.956 peserta berisiko tinggi.
Sedangkan untuk BPJS Kesehatan Cabang Sidoarjo sendiri telah melakukan skrining riwayat kesehatan kepada peserta JKN-KIS di kabupaten Sidoarjo.
Hasilnya, untuk kategori penyakit diabetes melitus terdapat 13.945 peserta dalam kategori normal, 1.104 peserta berisiko sedang, dan 7 peserta berisiko tinggi. (Abidin)













