SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Untuk mendukung roda pembangunan nasional, tenaga kerja merupakan modal utama, selain itu diperlukan sumber daya manusia yang kompeten dibidangnya sehingga mampu bersaing dalam menghadapi pasar bebas.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, saat memberikan sambutan HUT ke 44 SPSI di lapangan parkir Gor Delta Sidoarjo.
“Khusus di sektor industri, kami tengah menyiapkan tenaga kerja yang terampil sesuai kebutuhan dunia usaha melalui pelatihan dan pendidikan vokasi,” kata Airlangga Hartarto pada acara HUT ke-44 Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan Hari Pekerja Indonesia di Sidoarjo, Minggu (19/02/2017).
Menurut Airlangga, sektor industri merupakan salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional, karena berperan penting dalam menciptakan nilai tambah.
Perolehan devisa dan penyerapan tenaga kerja, akan bisa meningkatan dan meratakan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
“Sasaran utama pembangunan industri nasional pada tahun 2017, antara lain pertumbuhan industri pengolahan non-migas sebesar 5,5 persen dan peningkatan jumlah tenaga kerja sektor industri menjadi 16,3 juta orang,” tegasnya.
Kemenperin menerangkan,langkah awal yang dilaksanakan oleh Kemenperin tahun ini? adalah menerapkan link and match antara SMK dengan industri di Jawa Timur
Diperkirakan, ini akan dapat menghasilkan sebanyak 75.000 tenaga kerja terampil per tahun.
“Dengan persaingan yang semakin ketat saat ini, kami berharap agar para pelaku industri dapat selalu meningkatkan kompetensi tenaga kerjanya dalam rangka peningkatan daya saing, khususnya melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi industri, terangnya,” ujarnya. (kb1)













