SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Kisruh akibat Alat Kelengkapan Dewan di DPRD Sidoarjo, membuat Wakil Bupati Sidoarjo yang juga mantan ketua komisi C DPRD Sidoarjo H.Nur Ahmad Syaifuddin prihatin.
Olehnya, Wabup meminta masalah AKD ini bisa secepnya diselesaikan oleh fraksi-fraksi yg ada di dewan.

“Silahkan konsultasi segera ke Pemprop soal mekanisme pemilihan AKD kemarin, biar ada titik terang terhadap keabsahan pembentukan AKD. Menurut saya, semua regulasi saat ini lebih mengarah kepada kebersamaan, sinergitas dan ekualitas. Dan semangat ini harus ditangkap dengan jiwa besar dan keterbukaan,” jelas Nur Ahmad, Kamis (9/3/2017).
Masih menurut Nur Ahmad, saat ini sudah tidak ada lagi pembahasan atau penetapan APBD yang molor, karena itu pasti ada sangsinya.
Karenanya, Wabup Nur Ahmad menyatakan menghormati hak berdemokrasi di dewan, namun tetap yakin anggota dewan masih tetap mengedepankan kepentingan masyarkat yang lebih besar.
“Saya kenal teman teman dewan baik, dan saya optimis nanti endingnya akan baik,” jelas Wabup .
Seperti diketahui, Kocok ulang alat kelengkapan DPRD (AKD) Sidoarjo berlangsung alot dan dramatis.
Penyusunan AKD diwarnai aksi ‘boikot’ oleh fraksi PDIP , FPAN, FPKS.
Meski begitu, jumlah anggota dewan yang tetap bersedia mengikuti paripurna internal melampaui kuorum.
Tercatat , 28 anggota yang tetap melanjutkan paripurna dari FPKB sejumlah 13 anggota, FGerindra 4 anggota, FDemokrat 4 Anggota, F Golkar 6 anggota dan 1 dari Nasdem.
Dan kocok ulang AKD tersebut berhasil menyusun pimpinan AKD, tanpa keberadaan satupun anggota DPRD fraksi fraksi yang menarik anggotanya.(Abidin)















