SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Banjir yang terjadi di Kecamatan Jabon beberapa waktu lalu, menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah pusat hingga daerah.
Karenanya, bencana yang menimpa lima desa itu, akan ditangani secara simultan oleh Pemkab Sidoarjo, Pemkab Pasuruan, dan Balai Besar Wilayah (BBWS) Brantas.

Tiga otoritas pemerintah tersebut bakal membebaskan Jabon dari ancaman banjir, hingga membuat dua daerah bertetangga itu memiliki sebuah destinasi wisata baru.
“Kita (BBWS Brantas), bersama Pemkab Sidoarjo dan Pemkab Pasuruan sudah berkoordinasi dan menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah banjir di Kecamatan Jabon. Bahkan selain akan mampu mencegah banjir, Sidoarjo dan Pasuruan nanti juga akan punya tempat wisata baru,” ujar Ir H.Amir Hamzah kepala BBWS Brantas.
Disebutkan Amir, banjir di Jabon disebabkan air kiriman Kali Ranti yang masuk ke Kali Mati atau Bangil Tag.
“Karena Kali Ranti disudet ke Bangil Tag. Kalau curah hujan tinggi dan ditambah rob (air laut masuk ke daratan), Bangil Tag tak akan mampu menampung debit air yang akhirnya meluap, hingga mengakibatkan banjir. Apalagi, Bangil Tag tidak memiliki tanggul
dan areal sekitarnya sudah jadi pemukiman warga,” jelasnya.
Karena itu, langkah utama yang harus dilakukan adalah menormalisasi tiga sungai yang berada di perbatasan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Pasuruan, serta sejumlah saluran pendukung di sekitarnya.
“Sudah kita putuskan, normalisasi di tiga sungai besar itu adalah tugas kita. Sedangkan normalisasi saluran yang kecil-kecil adalah tugas Pemkab Sidoarjo,” tandasnya.
Untuk menormalisasi tiga sungai tersebut, langkah pertama yang dilakukan BBWS Brantas adalah menormalisasi Sungai Kedung Larangan.
Yakni, mulai pertigaan Kali Ranti dan Bangil Tag terus ke timur sejauh 20 kilometer hingga ke muara atau sampai laut.
Sedangkan langkah kedua, adalah menormalisasi Kali Ranti dan Bangil Tag.
Upaya ini akan didukung kebijakan Pemkab Pasuruan yang bakal membebaskan dua hamparan lahan di sekitar kawasan.
Yaitu, hamparan seluas 40 hektar dan 20 hektar. Setelah areal tersebut dibebaskan, BBWS Brantas akan segera membangun kawasan itu menjadi Kolam Retensi atau semacam mbung (danau kecil).
“Kolam itu akan berfungsi sebagai penampung air dari Kali Ranti. Kalau debitnya tinggi, airnya hanya akan muter di kolam, kemudian masuk lagi ke Kali Ranti. Jadi tidak masuk ke Bangil Tag, seperti sekarang ini,” beber lelaki berdarah Madura tersebut.
Lantaran hanya berfungsi semacam transit, air di Kolam Retensi akan sangat bermanfaat bagi warga sekitar. Kolam itu akan terus terisi air, baik saat musim hujan maupun kemarau.
“Kalau musim hujan, kolam itu akan berfungsi sebagai penampung air. Kalau musim kemarau, air kolam bisa dimanfaatkan untuk sarana rekreasi. Sarana ini akan menjadi potensi wisata yang sangat menguntungkan bagi Kabupaten Pasuruan,” jelas Amir. (Abidin)















