SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Mantan Calon Kepala Daerah yang juga mantan Ketua DPC PKB Sidoarjo, H Usman Ihsan, mengaku mengantongi SK sebagai ketua DPC PPP Kabupaten Sidoarjo, menggantikan ketua hasil Muscab sebelumnya, Hj Umi Khadah.
Saat ini, Usman menggunakan kantor eks Posko pemenangan Pilkada di Jl Raya Sruni Gedangan sebagai kantor partai.
“Saya mendapat restu dari DPW PPP melalui rapat formatur, untuk memimpin PPP Sidoarjo,” jelas Usman.
Yang lebih menarik Usman mengaku mendapat legitimasi dari dua kepengurusan DPP versi Romahurmuzy dan versi Djan Faris.
“Di Sidoarjo tidak ada 2 versi, yang ada hanya satu DPC PPP,” ucapnya sambil berlari meninggalkan wartawan saat diwawancarai di kantor KPUD Sidoarjo Jl Cemengkalang, Rabu (5/4/2017).
Usman yang berjanji akan membesarkan PPP Sidoarjo, dengan perolehan kursi maksimal pada Pilleg 2019 mendatang.
Sementara itu soal kantor PPP di kawasan Bluru Lingkar Timur, Usman menyebutkan jika kantor itu adalah hibah.
Padahal dari informasi yang ada, kantor PPP tersebut di beli oleh Ummi Khadah saat ketika menjadi ketua PPP periode sebelumnya.
“Kantor itu hibah, bukan hal milik,” jelas Usman.
Bagaimana dengan Hj Umi Khadah dengn klaim Usman sebagai ketua partai baru ?
Anggota komisi A ini nampaknya enggan dikonfirmasi lebih jauh.
“Jangan nanya dulu soal itu, silahkan nanya ke yang bersangkutan (Usman-red),” ucap Ummi.
DPC PPP Sidoarjo sebelumnya nyaris tidak diperhitungkan lawan politiknya.
Sudah dua periode DPRD, partai ini tidak memiiki kursi wakil rakyat.
Baru periode terakhir ini mendapat kursi, itupun hanya satu kursi atas nama Umi Khadah.
PPP bergabung dengan Golkar menjadi fraksi Golkar/PBB/PPP.(Abidin)













