WONOAYU (kabarsidoarjo.com)- Menjadi kader lingkungan tingkat Kabupaten Sidoarjo, mendorong Lilis Sri Indahrini melakukan inovasi pengelolahan sampah, di lingkungan desanya di Karangpuri Wonoayu.
Salah satunya, dengan mendirikan bank sampah dan warung daur ulang di depan kediamannya.

Konsep bank sampah yang didirikan oleh Lilis bersama kader lingkungan Dusun Duran Desa Karangpuri ini, sama dengan konsep bank sampah di daerah lain.
Yakni masyarakat menyetorkan sampah yang sudah dipilah, ditukar hasil rupiah sesui dengan timbangan sampahnya.
“Konsepnya sama, tiap senin bank sampah kita buka untuk melayani pilahan sampah dari warga. Hasilnya nanti kita tulis di dalam buku tabungan, dan diambil waktu lebaran,” jelas Lilis, saat ditemui pada penilaian dan evaluasi program lomba desa berserih dari BLH Jawa Timur, Kamis (6/4/2017) sore.
Untuk warung daur ulang, Lilis menyatakan lebih diperuntukkan untuk anak anak yang ingin jajan sehat.
Hanya dengan menukarkan botol aqua, kardus, buku bekas dan ditimbang sesuai harganya, maka anak anak bisa mendapatkan jajan sehat.
“Jajan sehatnya saya buat sendiri agar benar benar bersih. Juga kita siapkan kebutuhan pokok bagi ibu-ibu yang ingin memanfaatkan warung daur ulang ini,” ucap Lilis.
Sementara itu Ahmad Zaini Staff DLH Propinsi Jawa Timur yang juga tim penilai menyatakan, kegiatan evaluasi ini bukan lomba melainkan program desa berserih yang digagas Propinsi Jawa Timur.
Dari evaluasi awal ini, akan diputuskan apakah layak mendapatkan predikat Desa pratama, madya hingga mandiri nantinya.
“Kalau sudah Mandiri, maka desa ini wajib menelurkan ilmunya ke kampung yang lain,” ujar Zaini. (Abidin)













