KRIAN (kabarsidoarjo.com)- Proyek pembangunan Puskesmas Krian tahun anggaran 2016, ternyata dikerjakan dengan asal asalan.
Dari pantauan di lokasi, dinding dan plavon banyak mengalami retak dan bercak hitam oleh rembesan air hujan.
Proyek Rp 2,4 miliar yang diselesaikan akhir tahun 2016 belum difungsikan karena ada beberapa bagian seperti toilet yang drainasenya tidak jalan.
Plavon teras depan juga kemasukan air sehingga timbul flek hitam yang cukup panjang.
Di lantai satu ada 4 bagian plavon yang mengalami hal sama.
Tentu saja, hal ini membuat prihatin 2 anggota komisi C, M Nizar dan Tarkit Erdianto.
Nizar dan Tarkit sama-sama menyatakan sangat kecewa dengan hasil pekerjaan proyek seperti ini.
Nizar mengaku kerusakan di lantai 2 malah lebih parah mulai dari kusen aluminium yang pemasangannya tidak presisi.
Sepertinya kontraktor memburu waktu supaya proyek cepat selesai sesuai perencanaan.
“Waktu memang sering dijadikan alasan oleh kontraktor, apapun alasannya jangan sampai mengorbankan aspek kualitas. Ini menggunakan uang rakyat, tidak boleh seenaknya,” ujarnya.
Tarkit Erdianto, ketua fraksi PDIP juga menyesalkan, puskemas ini adalah pusat pelayanan kesehatan yang seharusnya dibuat sebaik mungkin.
Ia tidak tahu alasan kontraktor bahwa penawarannya rendah atau waktunya mepet.
“Itu alasan klasik kontraktor, dan konsultan harus bertanggungjawab kenapa hasil pekerjaan seperti itu diterima,” pintanya. Karena itu kedua politisi dari PDIP dan Golkar ini meminta agar dinas terkait meminta kontraktor bertanggungjawab.
Sementara Kepala Puskesmas Krian, dr Maulana Muhamad Alfian, mengakui Puskesmas Krian belum dioperasikan karena masih ada beberapa bagian yang harus ditambahkan seperti memasang atap policarbonit di depan ruang pelayanan obat-apotik- dan depan toilet. (Abidin)












