BUDURAN (kabarsidoarjo.com)- Penertiban seluruh Bangunan Liar yang ada di depan Stasiun Buduran hingga selatan yang tuntas pada Nopember 2016 lalu, tinggal menyisakan satu bangunan semi permaneh berupa counter pulsa dan HP.
Entah apa dan siapa dibalik bangunan semi permanen satu ini, sehingga enggan untuk pindah.
Namun begitu, Satuan polisi pamong praja menyatakan batas akhir pembongkaran akan dilakukan pada tanggal 26 April 2017 ini.
“Kita sudah berikan surat peringatan, tapi nampaknya tidak ada respon. Kita akan bongkar dalam waktu dekat,” jelas Widyantoro Kasatpol PP Sidoarjo, Selasa (18/4/2017).
Masih menurut Widyantoro, seluruh lahan yang berada di sisi selatan milik PT KAI ini, akan digunakan untuk taman dan penghijauan.
Pihak PT KAI sendiri, sudah memberikan lampu hijau kepada Pemkab Sidoarjo untuk memanfaatkannya.
“Kita ingin lahan ini memberikan manfaat bagi seluruh warga Sidoajo, bukan hanya satu dua orang saja,” ujar Widyantoro.
Sebelumnya, Dinas Kebersihan Kabupaten Sidoarjo menyatakan kembali akan membangun sebuah taman kota di kawasan Buduran, tepatnya di lahan milik PT KAI utara flay over Buduran.
Kadin Kebersihan dan Lingkungan Hidup M.Bahrul Amiq menyebutkan, lahan yang masuk dalam sempadan rel kereta itu, dari aspek keselamatan memang tidak layak digunakan untuk bangunan komersil.
“Jangan sampai nantinya ada resiko keselamatan, karena dari segi letak, memang tidak bagus untuk bangunan komersil,” ujar Amiq.
Masih menurut Amiq, dari surat yang dikirimkan itu, seluruh biaya Taman dan bangunan taman akan ditanggung oleh DKP.
“Karena lahannya sudah dari KAI, maka kita yang akan membangunnya,” ujar Amiq. (Abidin)













