Sidoarjo, (kabarsidoarjo.com) – Menjelang perayaan lebaran 2020/1443 H Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Subandi, lakukan Inspeksi Mendadak makanan dan minuman (mamin) di empat supermarket yang ada di Sidoarjo, Senin (25/4/2022).
Empat supermarket yang dilakukan sidak adalah, pertama Toserba Remaja Diponegoro, Robinson Mart Mall Ramayana Sidoarjo, Hero Supermarket dan, dan terakhir ke Hypermart Lippo Plaza.
Kegiatan sidak dilakukan oleh pemerintah bersama Ketua DPRD Sidoarjo, Usman, Kasdim 0816 Sidoarjo, jajaran BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), dan Dinas Pertanian.
Agenda ini, sebagai upaya pemerintah untuk memastikan tidak adanya Mamin yang kadaluarsa, yang dapat membahayakan konsumen. Selain itu, untuk memastikan kemasan Mamin yang dijual dalam keadaan baik, atau tidak rusak.
Sidak diawali Toserba Remaja Diponegoro kemudian ke Robinson Mart mal Ramayana Sidoarjo, Hero Supermarket dan Hypermart Lippo Plaza. Dengan teliti dan seksama Wabup H. Subandi bersama tim mengecek tanggal kadaluarsa Mamin, kemasan Mamin serta kualitas Mamin itu sendiri. Satu persatu Mamin yang ada di swalayan tersebut dicek dan diperiksa dengan sangat teliti.
“Saya bersama tim gabungan sengaja datang ke swalayan untuk melakukan Sidak. Diharapkan dapat membantu masyarakat, merasa aman saat membeli kebutuhan untuk lebaran. Karena yang dikhawatirkan ada makanan dan minuman yang telah kadaluarsa tetapi tetap di jual,” kata Wabup Sidoarjo, Subandi, Senin (25/4/2022).
Ditengah melakukan Sidak tersebut, tim telah menemukan beberapa mamin yang kadaluarsa maupun kemasan yang rusak. Wabup meminta kepada pengelola swalayan agar segera menarik produk tersebut, dan tidak dikonsumsi oleh masyarakat.
“Ada sejumlah barang ditemukan, dalam keadaan exspired (kadaluarsa.red), dan kemasan yang rusak dalam sidak kali ini,” ujarnya.
“Barang yang telah habis kadaluarsanya harus segera dikembalikan dan ditarik. Produk seperti itu agar tidak dijual, karena dapat membahayakan bagi kesehatan masyarakat. Bahkan kalau bisa harus dimusnahkan,” sambungnya.
Menurut Subandi, para pedagang harus teliti. Jika ditemukan barang yang masa kadaluarsanya habis segera hubungi distributor untuk minta diganti yang baru. Demikian pula masyarakat, sebelum membeli harus teliti. Cek dahulu barang yang akan dibelinya, baik kemasan, kualitas dan masa kadaluarsanya.
“Saya berpesan, masyarakat barangkali ingin membeli produk untuk keperluan lebaran misalnya, tidak memilih barang yang kemasannya penyok atau rusak. Jangan membeli barang yang tidak layak dikonsumsi,” himbaunya.
Lebih lanjut, Subandi menyampaikan, hampir semua supermarket yang dikunjungi tidak ada yang menjual produk import. Bahkan, pengecekan dilakukan tidak hanya produk kemasan saja. Termasuk paket parcel pun tak luput dilakukan pengecekan.
“Karena yang biasanya bermasalah itu produk dari luar, saya tadi juga mengecek parcel paket lebaran, tapi semuanya aman, tidak ada produk import dalam parcel itu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Subandi juga menghimbau kepada semua penyelenggara Mall dan Supermarket tetap memperhatikan protokol kesehatan (Prokes).
Meskipun Sidoarjo saat ini sudah level 1. Prokes pencegahan penularan Covid-19 tidak boleh kendor. Apalagi mulai Minggu kemarin mal-mal sudah mulai ramai pengunjung berbelanja kebutuhan lebaran.
“Kami menghimbau penerapan Prokesnya diperketat. Apalagi nanti setelah Tunjangan Hari Raya (THR) sudah cair. Pasti lebih rame lagi. Sekali lagi, Prokesnya wajib diperketat,” pungkasnya. (Eko Setyawan)