Sidoarjo (kabarsidoarjo.com) – Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali, melakukan blusukan, sambang deso, Kamis (28/4/2022). Dengan cara ini, diakuinya bisa langsung menerima masukan dan keluh-kesah warganya.
Program sambang deso, jadi cara Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Sidoarjo, Sealin itu, tidak ingin berjarak dengan warga. Diharapkan, menuntaskan masalah-masalah dengan cepat dan tepat.
Seperti, dilakukannya seketika datang ke Desa Tanjegwagir, kecamatan Krembung. Dimana, ia datang tak sendirian. Tapi, bersama pejabat dinas terkait guna mendengar sekaligus mencatat keluhan, masukan, dan saran dari masyarakat. Usai mencatat, bahkan ia langsung memberi instruksi, ke OPD-nya.
“Momen ini kesempatan bagi saya mendengar uneg-uneg dari warga untuk menyampaikan masalah yang ada di desa. Metode ini bisa dibilang cukup berhasil dan cukup efektif, karena mendengar langsung dari masyarakat. Yang utama dilakukan bupati ke jenengan (warga) itu melayani,” kata Gus Muhdlor, Rabu (27/4/2022).
Ditengah suasana gayeng, perbincangan bersama warganya, Salah seorang guru di SDN Tanjegwagir menyampaikan usulannya. Nia memohon bantuan rehab SDN Tanjegwagir.
Sebab, kondisi sekolah di situ sekarang bocor, dan lantainya masih keramik lama. Apalagi, jika sekolah ini terakhir direhab pada Tahun 1995.
Nia pun berharap, Bupati Sidoarjo dapat memberi bantuan melalui penganggaran dana Tahun 2023. Sehingga nantinya, proses belajar-mengajar dapat berjalan kondusif dan nyaman.
“Besok dari tim dinas pendidikan akan turun mengecek lokasi. Perbaikannya nanti tahun depan. Sebab, tahun ini belum teranggarkan. Tahun depan pasti beres,” tutur Gus Muhdlor.
Dalam agenda itu, Gus Muhdlor juga disambati warganya dengan beragam persoalan lainnya. Di antaranya, permasalahan jalan rusak, 10 titik Lampu tenaga surya mati. Bahkan di wilayah RT 4 sampai RT 5 belum terpasang PJU.
Sejumlah warga pun mengeluhkan persoalan jalan provinsi yang rusak. Dalam hal ini, Pemkab Sidoarjo mengusulkan perbaikan ke Kemenhub dan Dishub Jatim. Sementara, PJU mati akan segera ditangani Dinas Perhubungan.
“Untuk jalan provinsi yang rusak di wilayah Krembung Pemkab sidoarjo sudah kirim surat ke kemenhub, dishub jatim, bahwa jalan ini tidak layak untuk segera diakomodir perbaikannya. Untuk yang PJU kalau perbaikannya tidak bisa di tahun ini, maka tahun depan. Sudah tak cateti kabeh, yang mana dulu diperbaiki,” ujarnya.
Satu lagi, pertanyaan terkait anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang tidak menerima pendapatan, ketika ada penyelenggaraan pemilihan kepada desa.
“BPD itu seperti DPR, logikanya kalau ada pilihan bupati, DPR ya nggak dapet. Saya pelajari dulu ada ndak desa yang ketika pilkades BPD nya dapat honor. Kalau ndak ya berarti memang aturannya seperti itu,” ungkapnya.
Sebelum mengakhiri pertemuan, Gus Muhdlor menyampaikan progres program insentif RT Rp 6 juta per-tahun. Dimana kini terdapat 8.456 RT di Sidoarjo. Ia berjanji, jika setiap RT akan diberikan Rp. 6 juta per tahun. Sehingga, dalam setahun biaya nya sekitar 51 M.
“Karena kemarin pandemi PAD masih minus. Tapi program ini masuk dalam program prioritas,” pungkasnya. (Eko Setyawan)