Sidoarjo, (kabarsidoarjo.com) – Wakil Bupati (Wabup), Sidoarjo hadiri, sekaligus membuka May Day Job Fair 2022, yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Sidoarjo, di Alun-alun Sidoarjo (24/5/2022).
Subandi mengatakan, saat ini, era revolusi industri 4.0, perubahan dunia kerja. Mengarah kepada sistem pengembangan sumber daya manusia yang bersifat multi kemampuan, fleksibel dan penguasaan bidang pekerjaannya. Serta, menuju kepada pengembangan kewirausahaan, pendidikan secara terus menerus.
Sehingga, tenaga kerja dituntut untuk selalu meningkatkan kompetensinya sesuai dengan bidangnya masing-masing. Job Fair tahun ini sedikit berbeda.
Jika sebelumnya dilaksanakan secara offline. Tapi, kali ini secara virtual. Mengunakan aplikasi siap kerja untuk pelaksanaan registrasi, pelamaran lowongan pekerjaan, proses seleksi sampai dengan penempatan tenaga kerja.
“Pemerintah berupaya menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) melalui program, kegiatan di bidang ketenagakerjaan. Ini menghadapi kondisi dan mengatasi permasalahan tersebut, maka diperlukan usaha yang konkrit untuk mempercepat penanggulangan pengangguran. Dimana salah satu kebijakan yang perlu diambil adalah melalui usaha mempercepat pertemuan antara pencari kerja dan lowongan yang tersedia. Yaitu, melalui bursa kerja terbuka semacam ini, Job Fair,” katanya.
Menurut dia, kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dan komitmen pemerintah Sidoarjo, melalui Disnaker membantu pengguna tenaga kerja dalam mendapatkan tenaga kerja, sesuai dengan tingkat kebutuhannya.
Selain Job Fair, pihaknya juga membuka serangkain kegiatan meliputi peringatan hari buruh ini, launching program seribu angkringan santri, dan soft launching replikasi inovasi ayo kerja, dari Disnaker Sidoarjo.
“Besar harapan kami, kegiatan ini para perusahaan mendapat tenaga kerja yang berkompeten sesuai dengan kualifikasi dan jabatan yang diinginkan,” harapnya.
Peningkatan penempatan tenaga kerja secara proporsional, juga diharapan melalui agenda ini, imbuh dia. Dengan adanya ini, pengurangan jumlah pengangguran secara signifikan. Kami menghimbau kegiatan seperti ini agar dapat diselenggarakan oleh perusahaan atau lembaga lain secara berkelanjutan nantinya,” sambungnya.
Dengan diselenggarakanya bursa kerja terbuka ini, diharapkan informasi pasar kerja dan lowongan kerja antar kerja lokal (akl), antar kerja antar daerah (akad) dapat diakses dengan baik dan berdampak positif bagi para pencari kerja khususnya di Sidoarjo.
“Pemerintah memberikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada para pengusaha, lembaga penempatan tenaga kerja, dan lembaga pendidikan, forum bursa kerja khusus, lembaga pelatihan, asosiasi pengusaha, organisasi pekerja, serikat pekerja, instansi terkait, serta para pencari kerja, juga semua yang ikut berpartisipasi dan mendukung kegiatan bursa kerja terbuka ini,” pungkasnya.
Diketahui, pandemi Covid 19 telah menyerang Indonesia sejak maret 2020 yang berdampak pada hampir seluruh aspek sektor kehidupan masyarakat. Tidak terkecuali pada sektor perekonomian, banyak terjadi korban PHK dan dirumahkan di mana-mana termasuk di Sidoarjo.
Akibatnya, dalam dua tahun terakhir, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Sidoarjo tahun 2020 naik 6,35% dari tahun sebelumnya menjadi 10,97%.
Tahun 2021 mengalami penurunan, sebesar 0,10% dari tahun sebelumnya menjadi 10,87%. Penuruanan masih kecil, karena dipengaruhi beberapa faktor di antarannya sekitar 145 perusahaan di Sidoarjo yang menutup usahanya, dan sekitar 13 perusahaan yang pindah ke luar daerah Sidoarjo, beralasan upah minimum Sidoarjo tinggi. (Eko Setyawan)