Sidoarjo (kabarsidoarjo.com) – Dinas Sosial (Dinsos) Sidoarjo, melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rehabilitasi Sosial (Rehsos). Menerapkan berbagai kegiatan rutin, melatih daya ingat dan menjaga kesehatan puluhan warga binaan.
Program tersebut, dilakukan sebagai bentuk konsep memanusiakan manusia. Mendasari hal manusia, membutuhkan pendampingan karena memiliki masalah kesehatan mentalnya.
Tempat yang dulu bernama Liponsos (Lingkungan Pondok Sosial) itu menampung berbagai orang PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Diantaranya Gelandangan Pengemis atau biasa disebut Gepeng, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), Lansia dan orang terlantar.
Para penghuni Rehsos, yang rata-rata tak diketahui alamat tinggalnya tersebut akan menerima program trauma healing. Seperti kegiatan psikologi, promosi kesehatan, sosial dan spritual serta senam bersama. Hal tersebut dilakukan, untuk menjamin kehidupan mereka menjadi lebih baik lagi.
Kepala Dinsos Sidoarjo, Misbahul Munir mengatakan, kegiatan itu diberikan sebagai bentuk pelayanannya kepada para PMKS. Kata dia, orang-orang yang tidak beruntung seperti itu perlu mendapatkan perhatian. Dengan perhatian itu, ia yakin semangat mereka untuk hidup yang lebih baik lagi akan terus tumbuh.
“Kegiatan seperti ini selalu kita lakukan, selain untuk menjamin kehidupan mereka lebih baik, juga untuk menumbuhkan semangat mereka dalam menjalani kehidupan yang lebih baik lagi ditengah-tengah masyarakat nantinya,” katanya, disela mengunjungi Rehsos.
Menurut dia, tidak selamanya para PMKS itu berada ditempatnya. Mereka harus kembali ke masyarakat sesuai fitrah sebagai mahluk sosial. Oleh itu, pihaknya akan berupaya menumbuhkan semangat PMKS bisa kembali bersosialisasi di tengah masyarakat.
“Melalui kegiatan trauma healing secara rutin, perlahan akan menumbuhkan daya ingat dan semangatnya, untuk kembali berkeinginan hidup bermasyarakat,” ujarnya.
Tak jarang dirinya mengunjungi Rehsos, lanjut Misbah. Hal ini dilakukannya guna mengetahui secara lansung kondisi psikis warga binaannya. Selain itu, untuk mengetahui kondisi kesehatan PMKS, berinteraksi bersama, mulai dari Lansia sampai ODGJ.
“Interaksi semacam ini perlu dilakukan. Sehingga, mengetahui kesehatan fisik maupun mental mereka. Pun membuat mereka merasa diterima keberadaannya oleh kita,” katanya.
Ia menambahakan, kegiatan seperti ini harus dilakukan dari hati. Sebab, warga binaan datang ke Liponsos dengan beragam permasalahannya.
“Saya minta, pegawai Liponsos dapat memberikan suasana hangat kepada PMKS. Bekerja dengan hati,” pungkasnya. (KS/1)