KOTA (KABARSIDOARJO.COM) Demo yang berlangsung di depan kantor pemerintahan Kabupaten (Pemkab) dan melakukan longmarch menuju pendopo dilakukan oleh ratusan Serikat Buruh Sidoarjo, Kamis (23/11/2023). Perwakilan dari Serikat Buruh diterima oleh Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor di rumah dinas pada sore harinya.
Saat berdialog dengan Bupati Sidoarjo, Anam perwakilan dari FSPMI mengatakan bahwa untuk kenaikan upah di tahun 2024 setidaknya di kisaran 15 persen. Angka ini tidak serta merta muncul begitu saja melainkan sudah dilakukan perhitungan berdasarkan beberapa pertimbangan.
“Ada 3 hal yang menjadi dasar untuk menentukan upah minimum ” Katanya.
3 hal itu yang pertama adalah pertumbuhan ekonomi daerah yang kedua adalah inflasi dan yang ketiga adalah indeks tertentu. Tuntutan ini juga berdasarkan dari arahan menko perekonomian Airlangga Hartanto yakni menuju Indonesia emas 2040 dimana upah minimum untuk negara maju berkisar di angka 15 juta, jika mengacu pada peraturan PP 51 2023 maka akan butuh waktu yang sangat lama untuk mendapatkan upah 15 juta tersebut.
” Jika upah dinaikan di kisaran 10 sampai 15 persen maka 20 tahun kedepan kita baru bisa menjadi negara emas ” Pungkasnya.
Sementara itu, Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor mengatakan, akan menjalankan sesuai regulasi. Ia yakin para buruh telah mengetahui akan isu disparitas.Dimana para buruh tak ingin nilai upahnya kalah dengan Pasuruan dan Surabaya.
“Secara umum saya ingin menyampaikan, saya ini Bupati dan Bupati hanya melaksanakan PP Nomor 51 Tahun 2023,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Muhdlor itu mengajak para buruh agar berfikir lebih kedepan. Sebab ia tak dapat menjamin jika terus menerus hanya dilakukan seperti itu, ia yakin anak-anak di masa datang akan sulit untuk mencari kerja.
” Jadi untuk sekarang mari kita hargai , sambil sementara waktu kita melihat situasi daerah yang lain ” Pungkasnya (ARS)