SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Nelayan di kawasan Sidoarjo, mengeluhkan kondisi cuaca ekstrem yang mengakibatkan ombak laut di selat Madura menjadi tinggi.
Hal ini berimbas, pada minimnya hasil tangkapan sehingga penghasilan mereka menurun drastis.
Dari pantauan di sungai Banjar Kemuning Sedati, puluhan perahu nelayan bersandar rapi di tepi sungai.

Padahal sebelumnya, hanya beberapa perahu saja yang bersandar untuk melakukan antifitas di laut.
Namun sejak sebulan lalu, para nelayan tersebut banyak yang tidak melakukan aktifitas melaut karena cuaca ektrem di selat Madura.
“Saat ini ini gelombang laut di selat Madura bisa mencapai satu sampai dua meter, dan ini yang menyulitkan nelayan dalam menangkap ikan,” terang Wiryo salah satu nelayan setempat.
Masih menurut Wiryo, selain tingginya ombak laut, hembusan angin laut juga terbilang sangat kuat.
Dan ini yang mengakibatkan gelombang tinggi berdampak pada sedikitnya ikan ikan yang terjaring.
“Para nelayan tidak berani ke tengah lautan karena cuaca ekstrim. Padahal untuk memproleh jenis ikan besar, harus ke tengah laut,” tegas Wiryo lagi.
Pada saat cuaca baik, satu perahu yang berisi tiga orang nelayan bisa menghasilkan sekitar 200 sampai 300 kilogram ikan.
Namun dengan kondisi cuaca buruk seperti ini, nelayan pulang membawa 100 kilogram ikan sudah terbilang baik.
Dari data yang ada, ada sekitar 300 orang berprofesi sebagai nelayan yang tersebar di desa Gisik Cemandi, Gebang dan Banjar Kemuning.
Untuk menyiasati agar tetap memperoleh penghasilan, banyak nelayan yang menyewakan perahunya untuk mengangkut wisatawan.(Abidin)













