TAMAN (kabarsidoarjo.com)- Dalam rangka cipta kondisi untuk mengantisipasi kenakalan remaja, Polisi sektor Taman berhasil menjaring puluhan siswa sekolah dalam operasi simpatik.
Puluhan siswa tersebut berasal dari lima sekolahan yaitu, MTS Darussalam Taman, SMK YPM Taman, SMP Muhammadiyah 6 Krian, STM Muhamadiyah 2 Taman dan MTS Ma’arif NU Raden Patah, Driyorejo Gresik.

”Dalam razia tersebut kami berhasil mengamankan 22 siswa dan 15 sepeda motor milik para siswa, yang pada jam pelajaran berada diluar sekolah, “ ujar Kapolsek Taman, Kompol Moh. Fatoni, Rabu (19/01/2011).
Razia yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Taman tersebut, dilakukan sejak pukul 09.30 wib di beberapa warung kopi dan tempat playstasion.
Razia kali ini dilakukan karena adanya laporan dari masyarakat yang resah atas keberadaan siswa- siswa saat jam pelajaran sekolah.
Para siswa itu terjaring sewaktu berada di warung milik Paring warga Dusun Banjar Sari Desa Banjar Paterpan Taman.
“Memang biasanya anak- anak itu sering kesini saat jam pelajaran, saya gak bisa ngelarang pak wong duit- duitnya sendiri, “ aku Paring saat memberikan kesaksian.
Para siswa yang terjaring akhirnya digelandang ke Mapolsek Taman beserta sepeda motornya.
Mereka dikumpulkan di aula Polsek untuk didata dan menunggu orang tuanya atau wali murid yang datang untuk diberi pengarahan agar tidak mengulang kembali perbuatan tersebut.
Dari pengakuan beberapa siswa, mereka membolos karena berbagai macam alasan.
Diantaranya mata pelajaran sulit, terlambat masuk dan karena malas.
“Saya membolos karena tadi waktu jam masuk, saya terlambat, “ aku Indra Wahyu siswa kelas 10, STM Muhammadiyah 2 Taman. (Arip)













