
PORONG- Memasuki tahun ke-4 tragedi luapan Lumpur lapindo yang hingga saat ini belum memberikan tanda tanda usai, mendorong Lembaga Advokasi Korban Lapindo (LAKORLAP) menggelar diskusi terbuka bertema jelang 4 tahun petaka Lumpur lapindo. Acara diskusi terbuka yang di pusatkan di halaman kantor LAKORLAP di Ruko Jatirejo Minggu (9/8) ini, di hadiri sekitar tiga ratus korban luapan Lumpur dari beberapa Desa di Kecamatan Porong. Hadir dalam diskusi ini beberapa tokoh nasional diantara Ketua KOMNAS HAM RI Kabul Supriyadie SH,MH, Pengamat Politik Surabaya yang sekaligus guru besar UNAIR Kacung marijan, serta Dr Mufti Mubarok MSi selaku Direktur Eksekutif LAKORLAP Dari Release yang dibagikan di acara, LAKORLAP memberikan gambaran kondisi warga Lumpur yang terkena luapan Lumpur. Selain itu, juga di berikan gambaran dampak dan kerugian yang di alami warga Porong utamanya mereka yang terkena bencana langsung.”Kita ingin memberikan gambaran nyata dari kondisi warga korban Lumpur yang ada menurut data yang kami himpun,” terang Delfri Yusransyah Daz Sekretaris LAKORLAP Sementara itu, menurut Ketua KOMNAS HAM RI Kabul Supriyadie SH,MH, KOMNAS HAM RI saat ini terus melakukan penyelidikan proyustisia terkait luapan Lumpur Lapindo.”Penyelidikan ini terkait proses penegakan hukum yang ada, kami sedang mempersiapankan segala yang diperlukan dalam penyelidikan ini,” terangnya. Sementera itu terakait keluarnya SP3 dari Polda Jatim, Kabul Supriyadi tetap berpegang bahwa luapan Lumpur bukan bencana alam namun lebih kepada kesalahan manusia.(Abidin)












