SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- M.Agil Effendi anggota komisi B DPRD Sidoarjo, meminta rekomendasi berita acara revitalisasi pasar Tulangan yang sempat dibuat pada tahun 2011 silam, untuk dikaji ulang.
Pasalnya, rekomendasi berita acara revitalisasi pasar Tulangan itu, hingga sekarang tidak jelas jluntrungnya.

“Sudah tiga tahun sejak kita buat berita acara pada tahun 2011 lalu itu, hingga saat ini tidak ada kelanjutannya. Kita harapkan, berita acara itu dikaji ulang dengan kondisi terbaru saat ini,” ujar Agil, Rabu (7/1/2015).
Masih menurut agil, dengan mengkaji ulang rekomendasi yang lalu itu, bisa diputuskan apakah revitalisasi pasar Tulangan itu diteruskan atau dihentikan sekalian.
“Kalau memang dibutuhkan, ya silahkan dilanjutkan. Namun jika memberatkan pedagang ya jangan dilanjutkan,” ujar Agil.
Pada tahun 2011 silam, komisi B DPRD Sidoarjo mengeluarkan berita acara kesepakatan yang ditanda tangani Ketua dan Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo waktu itu.
Berita acara kesepakatan ini sudah cukup kuat, untuk menjadi dasar diteruskannya revitalisasi dua pasar tradisional ini.
“Kesepakatan melanjutkan revitalisasi itu, memang tidak 100 persen di setujui seluruh Anggota Komisi B. namun begitu kita tetap membuat berita acara kesepakatan yang ditanda tangani Ketua dan Sekretaris Komisi B,” terang Agil
Dari informasi yang berhasil dihimpun, tidak bulatnya suara komisi B dalam menyetujui revitalisasi dua pasar tradisional ini, akibat penolakan dari H.Sungkono selaku Wakil Ketua Komisi B dan Aditya Nindyatman selaku Sekretaris Komisi B DPRD Sidoarjo.
Dan karena pada rapat pembahasan ini tidak diharapkan ada voting untuk menentukan kesepakatan, akhirnya dibuatlah berita acara kesepakatan itu
Rencana revitalisasi Pasar Tulangan oleh investor ini, sebenarnya mendapat penolakan dari pedagang.
Pasalnya, harga stan yang dijual kelewat mahal, setiap meterperseginya dihargai antara Rp 5 hingga 7 juta.
Pedagang ingin pasar tradisional tersebut dibangun oleh pemkab dengan dana APBD.
Menurut Muhammad, para pedagang di pasar tradisional Tulangan, saat ini heran kenapa APBD Sidoarjo mencapai Rp 2,8 triliun, namun untuk membangun pasar tradisional Tulangan sebesar Rp 11 miliar saja tidak bisa.
“Akan tetapi membangun gedung serba guna sebesar Rp 45 miliar bisa. Jadi sangat aneh sekali,” tuturnya.(Abidin)













