SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pemasangan patung Jayandaru dan patung gotong royong di sisi timur alun-alun Sidoarjo, mendapat reaksi beragam dari masyarakat Sidoarjo.
Ada yang menganggap sebagai kreasi seni yang cukup unik, namun ada juga yang menolak keras pemasangan patung ini.

Salah satu yang menolak itu adalah KH. Usman Bahri, Ketua MUI Sidoarjo.
Menurut Kyai Usman, adanya sembilan patung yang menghiasi disekitar monumen jayandaru, dianggap tidak sesuai dengan kondisi kota sidoarjo yang merupakan kota santri.
Dirinya menambahkan, MUI, Kiai-kiai pondok pesantren, muhammadiyah dan kepala kantor urusan agama, meminta agar patung-patung tersebut disisihkan.
Hal serupa dikatakan Ketua GP Ansor Sidoarjo Selamet Budiono, yang mengaku kecewa dengan pemasangan patung itu.
Namun dirinya memberi kesempatan, agar me design ulang bangunan-bangunan tersebut, agar lebih bisa diterima.
“PC GP Ansor atas perintah PC NU Sidoarjo meminta supaya itu diturunkan, hal ini sesuai dengan kesepakatan MUI, Muhammadiyah, PC NU, beberapa Kiai pondok pesantren ketua Dewan. apabila tidak dilaksanakan maka PC GP Ansor beserta Bansernya akan menurunkan patung tersebut”, Ujar Selamet Budiono.
Sementara itu, kepala dinas kebersihan dan pertamanan Kabupaten Sidoarjo M.Bahrul Amig menegaskan akan terus melanjutkan pembangunan monumen tersebut hingga rampung.
Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap pihak swasta yang ingin membangunkan monumen dan ikon terbaru di kota Sidoarjo.(Abidin)













