SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Pasca penandatangan kerja sama pengolahan sampah terpadu dengan China, Tim dari China Everbright Internasional Limited (CEIL) melihat dua lokasi lahan milik pemkab yang akan digunakan mengolah sampah.
Dari pantauan itu, lahan di Kebonagung dan di Jabon dinilai kurang layak.
Tim kemudian melihat lokasi di kawasan Jalan Lingkar Timur, Sidoarjo.
Perwakilan managemen Everbright lebih memilih lokasi di Lingkar Timur.
Bupati Sidoarjo sendiri, bersikeras agar kerjasama pengolahan sampah itu bisa segera terwujud.
Pasalnya, jika sampah diolah dengan profesional akan membuat Sidoarjo lebih bersih.
Karena itulah Saiful Ilah yakin kerjasama ini bisa terwujud.
“Tim Everbright ke Sidoarjo, selain melihat lokasi juga membicarakan seperti apa nanti kerjasamanya,” tegasnya.
Sedangkan tim Everbright yang dipimpin oleh Deputy General Manager International Busines Departement CEIL, Tony Xu memaparkan sejumlah konsep tentang pengelolaan sampah di hadapan Bupati Sidoarjo Saiful Ilah dan sejumlah pejabat pemkab lainnya.
Dalam presentasi yang di antaranya juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Bahrul Amig, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Siswojo, Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Ahmad Zaini dijelaskan tentang pentingnya pengelolaan sampah.
Tony Xu mengatakan, dalam survey di Sidoarjo ini pihaknya melihat sejumlah lahan di Jabon dan Porong. Dari lahan tersebut, nantinya masih akan disepakati untuk menggunakan salah satu lahan.
Untuk membangun bangunan pengelolaan sampah dibutuhkan minimal lahan 8 hektar.
“Masih kita survey apakah ada lahan lain yang lebih cocok,” katanya. (Abidin)















