WONOAYU (kabarsidoarjo.com)- Warga Wonoayu, Kecamatan Wonoayu, nampak kecewa berat begitu mendengar pemerintah pusat membatalkan renovasi atau pembangunan pasar tradisional Wonoayu. Sebagai konsekuensinya dana sebesar Rp 8 miliar ditarik kembali oleh pemerintah pusat.
Kabar menyedihkan ini diterima warga Wonoayu saat pelaksanaan Jasmas (jaring aspirasi anggota DPRD Sidoatjo, H Matali SH, dari Dapil 4 Sidoarjo, di Desa Wonoayu. Kec. Wonoayu.
Tamrin Hidayat, warga Wonoayu yang menghadiri Jasmas, menyoal pembangunan pasar wonoayu yang tidak juga terlaksana. Sebab, pasar tersebut berada dan merupakan warisan dari jaman penjajah Belanda.
“Saya bertanya, kenapa pasar Wonoayu tidak juga dilakukan pembangunan sampai sekarang ini. Mohon pak Matali memberi penjelasan yang sejelas-jelasnya, agar masyarakat mengetahuinya,” kata Tamrin Hidayat dengan nada tanya.
Sejurus kemudian H Matali, anggota DPRD Sidoarjo yang duduk di Komisi A dan anggota pansus 12 yang membidangi perijinan dan pembangunan pasar tradisional dan pasar modern menjawab.
Bahwa pasar tradisional Wonoayu belum bisa segera dilakukan pembangunan atas hasil konsultasi ke Kementrian Perdagangan RI di Jakarta.
Dijelaskan, tidak hanya masyarakat Wonoayu saja yang kecewa, namun, pihak kementrian perdagangan juga kecewa dengan masyarakat Sidoarjo.
Pasar tradisional Wonoayu yang sudah diplot dengan dana bantuan Rp 8 miliar tidak akan turun, karena ada protes dari LSM. “Pernyataan dari Kementrian Perdagangan RI ini, disaksikan 15 anggota Pansus 12 DPRD Sidoarjo yang tengah berkunjung kesana,” tutur H Matali.
Padahal, lanjutnya, Kementrian Perdagangan RI saat ini tengah melaksanakan program Presiden Ri Jokowidodo, terkait pembangunan 1000 pasar tradisional baru untuk percepatan pertumbuhan perekonomian masyarakat, termasuk masyarakat di Kecamatan Wonmoayu, melalui pembangunan pasar tradisional.
Dari pembangunan 1000 pasar tradisional tersebut baru terealisasi 600 pasar tradisional yang dibangun, termasuk di Sukodono.
Sedakan yang belum bisa dibangun sebanyak 400 pasar tradisional, termasuk di Wonoayu ini. (Abidin)














