SIDOARJO (kabarsidoarjo.com)- Mantan ketua PP Muhaammadiyah dan juga ketua Prof.DR Din Syamsuddin, menegaskan sebagai organisasi besar, Muhammadiyah memberikan tafsir konstektual pada UUD 1945 yakni Indonesia yang maju adil makmur berdaulat dan bermartabat.
Dan yang terpenting, adalah bagaimana Indonesia, bisa mewujudkan cita-cita sebagai negara berkedaukatan dan berkeadilan.
Hal ini disampaikan Di. Syamsudin saat memberikan paparan pada Seminar Pra Tanwir Muhammadiyah 2017, Sabtu (18/2/2017) di Universitas Muhammdiyah Sidoarjo.
“Seperti tema ‘Kedaulatan dan keadilan sosial untuk Indonesia berkemajuan’ yang diusung pada sidang Tanwir Muhammadiyah”, maka kita akan berikan pemikiran, bagaimana mengembalikan seluruh kedaulatan yang saya tafsirkan masih belum tegak,” jelas Din Syamsuddin.
Masih menurut pria yang juga Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini, Muhammadiyah sendiri, pada pandangannya menyebutkan kedaulatan sekarang ini merupakan realitas terbalik, dengan tidak tegaknya kedaulatan dan keadilan sosial.
Banyak contoh kasus, dimana kedaulatan dan keadilan sosial itu tidak berjalan seperti semestinya.
“Seperti banyaknya tanah tanah yang dikuasai oleh corporate, banyaknya kasus narkoba, korupsi. Dan ini saya sebut negara dalam kondisi darurat dalam tanda kutip,” jelas Din.
Oleh karenanya, dalam sidang Tanwir Muhammadiyah nanti, dirinya yakin seluruh persoalan ini akan dibahas. (Abidin)













